80 Ha Pesawahan Di Desa Jambak Tergenang Air,  Masyarakat Desak Agar Tanggul Jebol segera Diperbaiki

0
178 views

Indramayu – Masyarakat Tani Desa Jambak dan Sebagaian di Wilayah Kecamatan Cikedung meminta bantuan kepada PT Nindya Karya dan oleh Pihak BBWS Cimanggis di ACC untuk segera menanggulangi Tanggul Jebol yang menenggelamkan 80 Ha Tanaman padi,  apalagi lokasi tersebut sudah di survey oleh Pihak Konsultan Program RIMP dan BBWS Cimanuk Cisanggarung dan Dinas PUPR Kabupaten Indramayu.

Pantauan Pengamat Pengairan dan UPT PSDA Kecamatan Cikedung Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, Banjir tersebut adalah dampak limpasan tanggul Kanan Saluran pembuangan Bojong sehingga menghantam Jalan dan Saluran tersier di Blok Mangkuk sehingga menenggelamkan tanaman padi di Areal pesawahan tersebut kurang lebih 80 Ha.


Humas PT Nindya Karya Slamet Setiadi, SE ketika di konfirmasi perihal Aspirasi Masyarakat Tani perihal banjir yang mengakibatkan terendamnya tanaman padi di desa Jambak dan beberapa di Kecamatan Cikedung mengatakan ” Aspirasi Masyarakat sudah kami tampung, karena Saluran tersebut kewenangan desa solusinya P3A Mitra Cai Desa tersebut Mengajukan ke pihak BBWS dan lokasi tersebut sudah di tinjau oleh pihak Konsultan, BBWS Cimanuk Cisanggarung dan PT NK,  alhamdulillah pihak BBWS merespon untuk penanggulangan saluran tersier tersebut,  tinggal menunggu proses”,  Tuturnya.

Pantauan kami saluran tersier tersebut bisa jebol dikarenakan dampak curah hujan yang cukup tinggi dan dampak dari alih fungsi di hutan dari tanaman tebu menjadi tanaman padi,  yang dulunya Embung di kawasan hutan yang di pelihara oleh PG Jati Tujuh sekarang tidak terpelihara, “sehingga air hujan masuk ke Bendung Bolang dan semua saluran pembuangan, sehingga air meluap ke atas tanggul”,  Tambahnya.

Wawan Caswanto,  Pengamat Pengairan Nunuk wilayah UPT PSDA Dinas PUPR Kabupaten Indramayu,  ketika di temui dilokasi saluran tersier yang jebol menjelaskan “Seluas 80 Ha,  tanaman padi tergenang sehingga masyarakat Tani mengalami kerugian yang besar,  Masyarakat memohon Kepada Instansi terkait khususnya Dinas PUPR Indramayu agar segera menanggulangi Jebolan tersebut, Karena lokasi tersebut sudah di survey oleh Dinas PUPR yang turun langsung Kabid TTI  Heru Purwanto didampingi Kasi  OP Puryanto”,  Jelasnya.

Masyakat bingung sangat bingung mau mengadu kemana,  karena semua Instansi terkait sudah banyak yang meninjau,  “Tetapi sampai hari ini belum ada penanganan khusus, sehingga MT 1 mengalami tanam beberapa kali, karena selalu tergenang ketika curah hujan tinggi”, Dikarenakan Desa Jambak Kepala Desanya diganti PJ sehingga Pemerintah  desa memberikan pelayanan kepada masyarakat mengalami kendor dan kurang respon dan tanggap, Tambahnya. (Herman Geplak)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here