Agar Lansia dan Masyarakat Tetap Bugar Di Masa Pandemi Covid-19, Dokter Spesialis Gizi klinik dari Siloam Hospitals Jantung Diagram Gencar Edukasi

EDUKASI. Christin S.S LumbanTobing, Sp.GK., dokter spesialis gizi klinik dari Siloam Hospitals Jantung Diagram belakangan ini gencar melakukan edukasi untuk lansia melalui diskusi webinar zoom. //foto: ist//

0
24 views

DEPOK – Sistem imun merupakan mekanisme di dalam tubuh manusia, berfungsi guna menjaga serangan dari ragam benda asing atau patogen. Material asing ini dapat berwujud polusi, bakteri maupun virus. Jika imun tubuh terganggu maka kita akan mudah sakit. Untuk itu sistem imun harus kuat agar dapat terhindar dari berbagai penyakit.

“Jadi dalam masa pandemik seperti ini yang harus dijaga dan perlu diperhatikan adalah sistem imun,” tutur Christin S.S LumbanTobing, Sp.GK., dokter spesialis gizi klinik dari Siloam Hospitals Jantung Diagram, melalui edukasi webinar zoom, baru-baru ini di Cinere Depok.

Ditambahkan Christin, menjaga kestabilan imun tubuh dapat dipenuhi melalui asupan gizi teratur pun pemberian vaksinasi. Adapun vaksinasi bertujuan untuk memberikan antigen ke dalam tubuh sebagai stimulus agar tubuh terangsang untuk mengeluarkan antibodi atau merespon vaksin yang diberikan tubuh. “Untuk itu setiap antigen punya antibodi sendiri-sendiri yang spesifik, contohnya pada Influenza yang punya antibodi sendiri,” imbuhnya.

Melanjutkan edukasi bertajuk “Merawat Pasien Lansia dengan Nutrisi Optimal Di Masa Pandemi Covid-19” , dr. Christin S.S LumbanTobing, Sp.GK., menjelaskan bahwa pemberian vaksin akan melindungi orang dan komunitas disekelilingnya, karena tidak semua orang bisa menerima dan mendapatkan vaksin.

Lalu bagaimana dengan orang yang tidak bisa mendapatkan vaksin, apakah orang itu bisa kebal terhadap virus?

Menjawab pertanyaan dari salah satu peserta webinar, dokter spesialis gizi klinik, Christin menjelaskan akan adanya istilah kekebalan kelompok. Yaitu semakin banyak orang disekitarnya yang menerima vaksin maka akan semakin kuat kekebalan kelompok tersebut. Dampaknya patogen yang akan menyebar semakin menurun.

Tubuh Optimal Tips Agar Lansia Tetap Bugar

Nah, agar respon tubuh kita senantiasa optimal, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan. Antara lain adalah :

  • Faktor Host, yaitu faktor usia, jenis kelamin, genetik dan penyakit komorbilitas seperti hipertensi dan gula.
  • Faktor Ekstrinsik, yaitu seperti apakah ada Infeksi lainnya yang mengikuti atau sedang mendapatkan antibiotik.
  • Faktor Gaya hidup, seperti mengkonsumsi alkohol dan merokok atau aktifitas fisik lainnya.

Dan hal utama lainnya adalah yang berhubungan dengan nutrisi dan saluran cerna.

“Untuk mendapatkan sistem imun yang baik dan optimal perlu diperhatikan dari status gizi yang baik, bukan yang mal nutrisi misalnya kurang gizi atau yang gizi berlebih seperti obesitas,” ungkap Christin melanjutkan sesi berikutnya pada edukasi tersebut. Adapun bagi kalangan lanjut usia (Lansia), dikatakan Christin, sebenarnya tidak mudah untuk mendapatkan gizi yang seimbang, karena beberapa faktor yang telah disebutkan.
Untuk itu apa sih yang direkomendasikan untuk mendapatkan gizi yang seimbang?

Dokter Christin menyarankan agar mengkonsumsi beragam jenis makanan yang mengandung zat gizi lengkap, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan minera, dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh guna mempertahankan kesehatan dan berat badan ideal. Pun menghindari pembatasan makanan, makan dengan porsi kecil tetapi sering, konsistensi makanan disesuaikan.

“Cukupi energi dengan 30kkal/kgBB/hari, karbohidrat dengan 130g/hari, protein minimal 1g/kgBB/hari, lemak antara 20-25% total kalori, serat 25-30g/hari, vitamin dan mineral 4-5 porsi sayur dan buah perhari, hidrasi dengan minum air putih minimal 6-8 gelas setiap harinya, suplemen hanya bila diperlukan karena fungsinya sebagai pelengkap saja,” tutur dr. Christin S.S LumbanTobing, Sp.GK., dokter spesialis gizi klinik dari Siloam Hospitals Jantung Diagram.

Tips Kelola Asupan Nutrisi Bagi Lansia

Bagi kelompok lanjut usia, tidak sedikit ditemukan kasus bahwa para lansia memiliki masalah pada makan. Disebutkan Christin, bahwa para lansia banyak yang mengalami obesitas. Lalu bagaimana cara menanganinya?

Dikatakan Christin, penanganan yang perlu diperhatikan adalah pemilihan jenis makanan, atur porsi makan dan lebih aktif dalam keseharian. Hal ini agar mendapatkan berat badan yang ideal.
Ironisnya ada juga lansia yang mengalami penurunan berat badan, untuk itu lakukan pola makan porsi kecil tetapi sering, dengan makan setiap 2-3 jam, konsumsi cemilan sebelum tidur malam dengan susu, yogurt, dan roti. Jika lansia mengalami kendala seperti susah menelan atau mengunyah maka pilih makanan yang lunak atau lembut, jangan terlalu cair karena akan beresiko tersedak.
Jadi status gizi merupakan faktor penting yang berperan dalam imun kita dan memberikan efek optimal.
“Tetap jalankan protokol kesehatan dan lakukan pola hidup sehat, asupan makanan dengan gizi yang seimbang”, pungkas dr. Christin S.S LumbanTobing, Sp.GK., dokter spesialis gizi klinik dari Siloam Hospitals Jantung Diagram mengakhiri edukasi. (mar/rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here