Menu

Mode Gelap
Tingkatkan Sinergitas, Direksi PT KPI & Pjs. GM RU VI Bertemu Kapolda Jabar dan Salurkan bantuan Golf Cart Sedulur Lurah Se-Kecamatan Anjatan (SULTAN) Peringati Ultah 1 Tahun Pertamina RU VI Lanjutkan Kerja Sama Pengamanan Obvitnas dengan Ditpamobvit Polda Jabar UPTD SDN 2 Cipancuh Gelar Pawidya 74 Siswa Kelas VI Tapel 2022 – 2023 SDN 1 Bugistua Lepas 63 Siswa Kelas VI, dan 100 Persen Melanjutkan ke Jenjang SMP

Pemerintahan · 9 Jul 2023 13:27 WIB ·

Audensi LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia Dengan Dinkes Dianggap Deadlock


 Audensi LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia Dengan Dinkes Dianggap Deadlock Perbesar

CIREBON – Lembaga Swadaya Masyarakat Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (KCBI) Provinsi Jawa Barat, baru-baru ini (27/6/2023) mengadakan audensi dg pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) kabuparen Cirebon. Namun audensi terkait proyek pengadaan Antropometri senilai 22 milyar tersebut, dianggap
Deadlock alias belum ada kejelasan hasil yang diharapkan dari pihak LSM.

Pasalnya dalam audensi itu, Baik Kepala Dinkes, maupun sekretaris Dinkes, yang diharapkan pihak LSM bisa hadir ditengah mereka, ternyata tidak ada. Sehingga mereka kecewa.

Kedatangan delegasi dari LSM KCBI hanya di terima oleh Kepala bidang Kesehatan.dr H.Sugiono selaku PPK dalam proyek tersebut.

Ketua LSM KCBI, Doni Suroto Kusnadi melalui Sekretarisnya, Ivan Maulana mengatakan, pihaknya menyayangkan dan merasa kecewa dengan tidak hadirnya Kadinkes maupun Sekdinkes dalam audensi tersebut. Supaya tidak ada kesan menghindar.

Dengan tidak hadirnya Pimpinan di Dinkes, baik itu kepala maupun sekretarisnya, maka LSM KCBI akan melayangkan surat ke DPRD.

“Kami merasa kecewa, audensi kami ini tidak dihadiri Kadinkes maupun sekretarisnya. Kami akan mengirimkan surat ke DPRD, untuk tindaklanjut sikap kami,” ujar Ivan, di sela-sela audensi.

Sementara itu, dari pihak Dinkes Cirebon, yakni Dr.H Sugiono selaku PPK, mengatakan Kadinkes maupun sekretaris Dinkes, lagi ada kesibukan lain, dan bukan menghindar.

“Memang saya PPK-nya. Kalau saya bekerja sesuai tupoksi. Pertama bekerja sesuai dengan perencanaan dan arahan dari Kemenkes. Proyek itu bukan melalui lelang, melainkan dengan cara E Katalog,” jelasnya.

Mengenai tehknis maupun verfikasi-nya, sesuai arahan Kemenkes.

Pihaknya, tidak pernah mengundang para pengusaha atau vendor, sejak awal dan akhir. Masalah expos, dirinya melaksanakan sesuai arahan dari kemenkes yang sesuai aturan yang ada.

Untuk masalah thknis proyek pengadaan alat antrpometri itu, yang melakukan verifikasi adalah Kemenkes melaui E-Talase ke E -Katalog. “Untuk nego atau tawar menawar harga itu, dilakukan antara pengusaha dengan Kemenkes,” jelas dr.Sugiono.

Dr.H.Sugiono juga menegaskan siapa pun yang terpilih sudah pasti akan ramai. Dalam hal ini, dirinya melaksanakan tugas sebagai PPK hanya mengikuti arahan dari Kemenkes dan sesuai aturan. Termasuk dalam penentuan pemenangnya.

Ketika disindir Kadinkes dan Sekdinkes, mengetahui tidak tentang proyek pengadaan Antropometri itu, H Sugiono mengatakan mereka mengetahuinya. (juli)

Artikel ini telah dibaca 20 kali

Baca Lainnya

Sedulur Lurah Se-Kecamatan Anjatan (SULTAN) Peringati Ultah 1 Tahun

14 Juli 2023 - 10:16 WIB

Musyawarah Dusun 3 Desa Sukamakmur Digelar, untuk Menyusun Program Infrastruktur Tahun 2024

11 Juli 2023 - 05:22 WIB

UPTD SDN 2 Cipancuh Gelar Pawidya 74 Siswa Kelas VI Tapel 2022 – 2023

9 Juli 2023 - 14:52 WIB

Pelepasan Siswa Kelas VI UPTD SDN Pasir Muncang, Berikan Hadiah Terbaik Kepada Orang Tua

9 Juli 2023 - 14:46 WIB

SDN 1 Bugistua Lepas 63 Siswa Kelas VI, dan 100 Persen Melanjutkan ke Jenjang SMP

9 Juli 2023 - 14:40 WIB

Kabupaten Purwakarta Juara Tiga Besar Nasional Peraih Akseptor KB Terbanyak

9 Juli 2023 - 14:21 WIB

Trending di Pemerintahan