Bupati Nina Agustina dan Konsolidasi Birokrasi

0
112 views

Oleh : H. Mahpudin, S.H., M.M., M.Kn. (Advokat Peradi dan Dosen Hukum)

KONSOLIDASI Adalah sebuah usaha untuk menyatukan dan memperkuat hubungan antara dua kelompok atau lebih untuk membentuk suatu entitas yang lebih kuat. Makna konsolidasi di KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah perbuatan (hal dan sebagainya) untuk memperteguh atau memperkuat. Secara umum, arti konsolidasi adalah suatu tindakan atau upaya yg dilakukan untuk menyatukan, memperkuat, dan memperteguh.

Birokrat adalah anggota dari suatu birokrasi yang menjalankan tugas-tugas administrasi dari sebuah organisasi yang sering kali merupakan cerminan atas kebijakan organisasinya. dalam bentuk ukuran besar maupun kecil, tetapi biasanya istilah ini mengacu pada seseorang yang berada di dalam sebuah lembaga pemerintah. (Wikipedia)

Birokrasi berasal dari kata bureaucracy, diartikan sebagai suatu organisasi yang memiliki rantai komando dengan bentuk piramida, di mana lebih banyak orang berada ditingkat bawah daripada tingkat atas, biasanya ditemui pada instansi yang sifatnya sipil maupun militer. (Wikipedia). Sedangkan arti kata birokrasi yang merupakan serapan dari bahasa inggris bermakna cara kerja yg lambat penuh aturan.

Dalam tulisan ini yang dimaksud dengan Konsolidasi Birokrasi adalah suatu upaya atau ikhtiar berupa pikiran dan tindakan yang dilakukan Bupati Nina Agustina untuk menyatukan dan memperkuat peran dan fungsi birokrasi yang dijalankan oleh para birokrat dalam lingkup pemerintah daerah kabupaten Indramayu untuk secara cepat (bukan lambat dan mempersulit) menjalankan visi misi dan program serta loyal terhadap dirinya.

Bukan perkara mudah bagi Bupati Nina Agustina mengkonsolidasikan birokrat Indramayu. Para pejabat pemerintah Kabupaten Indramayu yang hari ini sedang memegang dan mempunyai kewenangan mengelola kebijakan dan anggaran adalah produk bentukan atau penempatan dengan pola manajemen ASN yang dalam tanda petik ” tidak sehat”. Kondisi tidak sehat ini terkondisikan oleh suatu keaadaan yang secara sadar diketahui tetapi secara sadar pula dibiarkan bahkan cenderung mendapat dukungan dari sebagian besar elemen masyarakat dan tokoh tokohnya karena adanya keuntungan timbal balik ekonomi dan politik.

Peralihan kekuasaan politik tidak serta merta atau automaticly diikuti dengan perubahan sikap mental para pejabatnya. Pejabat birokrat yang cenderung establish dan berada pada zona nyaman ber-resistensi terhadap perubahan. Dengan demikian maka akan terjadi “benturan kekuatan” antara kekuasaan politik baru yang menghendaki akselerasi eksekusi visi misinya dengan kekuasaan birokrasi yang resisten terhadap perubahan dan melakukan sedikit perlawanan secara gelap dan halus. Publik akan dapat membaca fenomena ini dari perlambatan dan pem-bias-an yang terjadi pada program dan kebijakan Bupati Nina Agustina pada tataran eksekusi lapangan.

Kondisi dan fenomena ini tentu juga sangat dipahami oleh Bupati Nina Agustina dan Wakil Bupati Luky Hakim serta elit PDIP akan tetapi persoalannya pada “das solen” tidak paralel dengan “das sein” atau fakta kenyataan tidak sesuai dengan harapan yang seharusnya.

Pisau bedah terhadap kondisi pandemi virus “tidak sehat” yang memapar mental birokrat pada lingkup pemerintah daerah kabupaten Indramayu adalah terletak pada keteguhan komitmen yang sungguh sungguh dari Bupati Nina Agustina atas visi misi anti korupsi dan diperlukan “strong leadership” dikombinasikan dengan “memimpin dengan cinta”.

Amputasi terhadap “penyakit akut” yang tidak bisa disembuhkan dengan “obat verbal” (diksi politik) dalam pengertian “sudah dibilangin atau ditegur masih juga ngeyel” yaitu berupa komitmen pakta integritas pejabat birokrat kepada visi misi bupati adalah bentuk aplikasi dari “memimpin dengan cinta” Bupati Nina Agustina.

Semoga kepemimpinan politik Bupati Nina Agustina (memimpin dengan cinta) mampu mengkonsolidasikan para birokrat untuk akselerasi atau percepatan perubahan menuju Indramayu Bermartabat sebagaimana yang diharapkan.

Wallohu a’lam bisy-syowab.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here