Hasil Musyawarah Warga, Toko Modern Alfamart desa Langut, Ditutup Masyarakat

0
2.086 views

Indramayu – Polemik dari ketidak trasparan tentang pembuatan izin toko modern Alfamat desa Langut Kecamatan Lohbener berujung ricuh, berawal dari salah satu Kasat Pol PP Hamami yang datang ke kantor Balai Desa dengan meminta tanda tangan Kepala Desa dengan alasan pembuatan izin IMB diperuntukan untuk Gudang.

Setelah berdiri dan berjalannya waktu toko Modern Alfamat di Jl. By Pass Langut di desa Langut mengundang masyarakat bertanya tanya, tentang komitmen Kepala Desa yang berawal tidak pernah menyetujui adanya toko Modern yang ada di wilayah Desa Langut Kecamatan Lohbener.

Kepala Desa Langut H. Juju Juberudin, ST mejelaskan dengan adanya bangunan toko Modern Alfamart sekarang ini belum pernah memita izin kepada Pemerintah Desa, perlu saya jelaskan Krologisnya ada salah satu dari sat Pol PP Bapak Kasat Hamami, Telpon ke saya dengan tujuan meminta tanda tangan, ijin mendirikan Bangunan, berhubung saya ada kerjaan di luar, saya serahkan ke Sekdes, menurut beliau minta tanda tangan untuk Ijin Mendirikan Bangunan untuk Gudang, setelah itu saya sebagai Kepala Desa pun kaget, “Tiba-tiba ada pembanguanan toko modern Alfamart”, sedangkan saya belum pernah menandatangani izin untuk toko modern jenis Alfamart, waktu itu saya sempat marah kepada pemilik toko modern jenis Alfamart, dari awal saya menjabat sebagai kepala Desa perlu saya pertegas “SAYA TIDAK PERNAH MENGIZINKAN ADANYA TOKO MODERN ALFAMART KHUSUNYA DI WILAYAH DESA LANGUT”, Jelasnya.

Sekdes Desa Langut Arya langut, membenarkan waktu awal pengajuan yang datang Bpk Hamami Kasat Pol PP meminta izinn IMB tanpa menjelaskan, apapun, cuma menjelaskan buat bikin gudang, dan kami dari pihak desa siap tanda tangan tetapi harus ada persetujuan wilayah setempat seperti RT (Rukun Tetangga), Penjelasan Sekdes.

H Wastana mantan Kuwu Desa Langut sebagai tokoh masyarakat mengatakan saya sebagai tokoh masyarakat membawa perwakilan Desa Langut, dengan adanya toko modern Alfamart sangat tidak setuju, karena adanya toko moder itu secara aspek ekonomi penghasilah toko toko klontong sangat berkurang, ini masalah ketahanan ekonomi masyarakat, Tutur H. Wastana.

(Carikin/Herman Geplak)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here