Kuwu Jamaludin : Jalan Poros Desa Arjasari Butuh Perhatian Serius Dari Pemerintah

0
488 views

PATROL-Jalan Poros Desa Arjasari Kecamatan Patrol Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat sepanjang 1,3 km dikeluhkan warga belakangan ini. Sebagai jalan kabupaten, jalan poros Arjasari ini merupakan jalan penghubung antara kecamatan Patrol ke kecamatan Bongas, dan baru-baru ini sempat viral di media sosial Facebok sebagai jalan Seribu Kolam.

Kondisi jalan poros Arjasari sangat butuh perhatian serius dari Pemerintah / Dinas Terkait. Supaya keluhan warga yang melintas tidak berlarut-larut

Jamaludin selaku Kepala Desa atau Kuwu desa Arjasari ketika ditemui Kreator Jabar Kamis (22/01/2021) diruang kerjanya menyampaikan keresahan warga terkait kondisi jalan poros di desanya itu.. “Jalan poros Arjasari sangat memprihatinkan dan butuh perhatian serius dari Pemerintah. Apalagi sempat jadi dan viral di medsos Facebok yang di unggah oleh warga,” jelasnya.

Dijelaskan Kuwu Jamaludin, jalan poros di desanya adalah jalan Kabupaten yang pembangunannya di anggarkan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) . Bukan dari Dana Desa (DD)

“Akan tetapi, Kami selaku Pemerintahan Desa Arjasari akan terus berupaya semaksimal mungkin melakukan terobosan serta mengusulkan kepada Pemerintah Pusat. Provinsi dan Pemkab untuk secepatnya memperbaiki Jalan yang selama ini sangat dikeluhkan oleh masyarakat dari Luar kecamatan khususnya Warga Desa Kami, ” jelasnya.

Dikatakan oleh Jamaludin, dikemimpinan dirinya sebagai kepala desa yang hanya baru beberapa tahun, pihaknya bersama perangkat Desa dan Lembaga Desa yang ada tetap berkomitmen akan terus melaksanakan Program Pembangunan Desa Arjasari di segala bidang,. Baik di bidang Pembangunan Infrastruktur Jalan Desa, Infrastruktur sektor pertanian dan penberdayaan masyarakat, serta pelayanan publik. Kemudian, program lainnya yang sangat urgent bagi kepentingan warga masyarakat desa Arjasari yang tertuang dalam Visi SEMBARA.


“Visi SEMBARA saat saya maju di Pilkades, akan saya wujudkan. Selain itu, dalam program pembangunan desa ini, sangat dibutuhkan kebersamaan serta dukungan masyarakat. Termasuk butuh dukungan seluruh element yang ada, untuk perbaikan jalan. “Kami sangat berharap kepada Pemerintah daerah atau dinas terkait, agar secepatnya membangun maupun memperbaiki jalan poros tersebut,” harapnya.

Jamaludin menambahkan, program pembangunan jalan poros sepanjang 1.3 kilometer dengan lebar 4 meter, apabila di anggarkan dari Dana Desa (DD) akan menelan anggaran DD selama 2 tahun lebih. Sementara di tahun 2020, dimasa pandemi Covid – 19 pemerintahan desa tidak bisa membangun Infrastruktur Jalan dengan maksimal. Karena, Dana Desa yang ada lebih banyak dialokasikan untuk menyikapi pandemi Covid – 19. ( WR )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here