MEMULIAKAN PILWU SERENTAK 2021

0
82 views

Oleh. : Adlan Daie.
Analis politik.elektoral Indramayu.

PILWU (Pemilihan Kuwu) atau Kepala Desa adalah proses demokrasi dan demokrasi mengutip buku “The End Of History”, karya Francis Fukuyama, adalah puncak kemuliaan tertinggi dalam sejarah peradaban politik. Kenyataan jamak yang terjadi adalah sebaliknya. Pilwu sebagaimana kontestasi elektoral pilpres dan pilkada selalu menyuguhkan narasi saling caci maki, ujaran kebencian, keangkuhan, hoax, manipulasi kekuasaan, agama, etnik dan lain lain serta dimuntahkan secara bar bar di media sosial seperti facebook.

Pilwu sekali lagi seperti layaknya pilpres dan pilkada adalah proses demokrasi dan demokrasi adalah sistem peradaban modern yang selain memuliakan hak hak individual warga negara juga secara teoritis memiliki fungsi “cheks and balance” agar siapa pun yang terpilih tidak tidak “abuse of power”, menyalah gunakan kekuasaan dan mempersempit ruang korupsi. Di Indonesia kerangka teori selalu tertipu dalam kenyataan. Demokrasi berjalan, korupsi makin lancar.

Mahfud MD, Menko pulhukam RI, buka kartu bahwa korupsi di era Orde Baru masih relatif dapat dikontrol pola polanya tapi di era Reformasi dengan sistem demokrasi prilaku korupsi sudah menjadi pandemi. Prikalu korupsi tidak lagi di ujung pengesahan anggaran melainkan dengan sistem “ijon” saat masih “embrio” di proses perencanaan. Anehnya di negara Pancasila dengan “Ketuhanan Yang Maha Esa” para pejabat koruptor” yang dalam bahasa proletar disebut “maling” masih meng gagah gagah kan diri di depan rakyat tanpa malu.

Lalu apa harapan minimalis kita terhadap pelaksanaan pilwu serentak di 171 desa, lebih dari separuh dari jumlah total desa di Indramayu yang akan dilaksanakan Rabu tanggal 2 Juni 2021? Masih tersisa kah harapan akan hadirnya nilai nilai kemuliaan politik dalam proses pilwu serentak ini dan out put nya melahirkan pemimpin pemimpin di basis desa yang tercerahkan untuk perbaikan dan kemaslahatan masa depan desa di mana desa yang dipimpinnya kelak tidak lagi menjadi sampel demografi kemiskinan baru?

Tentulah harapan dan optimisme harus selalu hadir dan dihadirkan dalam pelaksanaan pilwu serentak Indramayu 2021 betapa pun sumpeknya peradaban politik kita saat ini. Se kurang kurangnya proses pilwu serentak ini berjalan lancar dan tidak menimbulkan ekses berlarut larut bagi harmoni dan keakraban antar individu dan keluarga dalam suasana di pedesaan.

Siapa pun yang terpilih kelak adalah pemimpin untuk semua dan bertanggung jawab memfasilitasi kesejahteraan seluruh warganya dengan anggaran dana desa pusat, bantuan dana provinsi dan alokasi dana desa dari pemda Indramayu yang naik secara drastis selain dana dana bersifat program dari sejumlah kementerian

Siapa pun yang terpilih kelak hindari menjadi tim sukses partai, cabup dan capres karena di situ muara ketidak adilan kepada warganya di mulai. Jadi lah tim sukses untuk kesejahteraan seluruh warganya yang bermacam macam aspirasi politiknya. Di sinilah nilai nilai kemuliaan bertahta.

Selamat ber kontestasi. Semoga lancar. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here