banner 728x250

HIMPAUDI Indramayu Tuntut Pencairan Penuh Insentif, 2500 Guru PAUD Ancam Gelar Aksi Turun Jalan Jika Tak Terpenuhi

INDRAMAYU — Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Kabupaten Indramayu menegaskan tuntutan percepatan kesejahteraan para gurunya.

Selasa (6/10/2026), jajaran pengurus Himpaudi Kabupaten Indramayu didampingi Ketua HIMPAUDI Provinsi Jawa Barat melakukan audiensi ke Komisi II DPRD Kabupaten Indramayu sebagai langkah lanjutan advokasi yang telah digulirkan sejak lama.

Ketua Himpaudi Kabupaten Indramayu, Umyati, M.Pd., memaparkan bahwa upaya peningkatan kesejahteraan guru PAUD sebenarnya sudah disampaikan sejak tahun 2023.

Namun dalam pelaksanaan penganggaran tahun 2025, pencairan insentif justru tersendat — hanya terbayarkan selama tiga bulan dari seharusnya dua belas bulan dalam satu tahun.

“Kami sudah melakukan langkah pendekatan ke Dinas Pendidikan dan Inspektorat.

Hari ini kami datang ke DPRD untuk mempertegas kembali tuntutan kami,” ujar Umyati di ruang rapat Komisi II DPRD Indramayu.

Dalam pertemuan tersebut, Himpaudi menyampaikan empat poin tuntutan secara tegas:

(1)Pertama, meminta pemerintah daerah segera mencairkan insentif guru PAUD secara utuh untuk 12 bulan, dengan mekanisme pencairan dilakukan bertahap setiap enam bulan sekali.

(2)Kedua, menolak keras adanya pengelompokan atau klasifikasi penerima insentif yang didasarkan pada kualifikasi akademik. Seluruh pendidik PAUD berhak mendapatkan perlakuan yang sama.

(3)Ketiga, berharap Pemerintah Kabupaten Indramayu menaikkan besaran nilai insentif, mengingat besaran yang diterima selama ini belum mengalami penyesuaian bertahun-tahun.

(4)Keempat, memberikan peringatan tegas: jika hingga batas akhir

10 Oktober insentif belum juga dicairkan secara penuh, seluruh pendidik PAUD di Indramayu akan turun menyampaikan aspirasi secara terbuka di depan Dinas Pendidikan, DPRD, hingga Pendopo Kabupaten Indramayu.

“Kami tidak menginginkan hal itu terjadi, tetapi jika hak kami terus diabaikan, kami terpaksa menyuarakannya di muka umum demi keadilan bagi para pendidik yang mengabdi,” tegas Umyati disambut persetujuan para pengurus yang hadir.

Audiensi ini menjadi momentum penting agar aspirasi ribuan pendidik PAUD di Indramayu didengar dan ditindaklanjuti secara nyata oleh pemerintah daerah.

Himpaudi berharap pihak terkait segera merespons 8utuntutan tersebut agar tidak terjadi keresahan lebih lanjut di kalangan tenaga pendidik PAUD, tutupnya. (Abdul Gani)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *