banner 728x250

Dwiki Dharmawan Rilis Anagnorisis, Musik Transkultural untuk Dialog dan Diplomasi Budaya Dunia

JAKARTA — Pianis dan komponis Indonesia, Dwiki Dharmawan, kembali menegaskan peran musik sebagai medium dialog lintas bangsa melalui album terbarunya bertajuk Anagnorisis. Album musik transkultural ini merefleksikan perjumpaan lintas budaya, tradisi, dan identitas global yang disatukan dalam bahasa musik universal.

Anagnorisis direkam secara live pada akhir 2024 di Sierra Studios, Athena, dengan melibatkan musisi dari berbagai latar belakang kebangsaan. Album ini dirilis secara internasional oleh MoonJune Records dan mendapat dukungan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Athena, sebagai bagian dari upaya memperkuat kehadiran dan diplomasi budaya Indonesia di panggung global.

Secara artistik, Anagnorisis berangkat dari kekayaan melodi dan ritme Asia Tenggara yang kemudian berdialog dengan improvisasi jazz, nuansa musikal Mediterania, serta pendekatan musik kontemporer internasional.

Perpaduan ini tidak dimaksudkan sebagai representasi budaya tertentu secara eksklusif, melainkan sebagai ruang pertemuan yang setara, terbuka, dan saling menghargai.

Judul Anagnorisis, yang berarti “pengenalan” atau “kesadaran”, merefleksikan gagasan utama album ini: seni dan musik sebagai sarana untuk saling mengenali, memahami, dan membangun empati lintas identitas. Dalam konteks global yang sarat tantangan sosial dan kultural, karya ini menawarkan pendekatan dialogis melalui ekspresi seni.

Album ini diproduseri oleh Leonardo Pavkovics bersama Dwiki Dharmawan, sejalan dengan visi MoonJune Music dalam mendorong kolaborasi lintas budaya dan kebebasan berekspresi artistik. Keterlibatan musisi internasional di dalamnya mencerminkan semangat kerja sama dan kepercayaan antarindividu dari latar budaya yang beragam.

“Anagnorisis merupakan bagian dari perjalanan kreatif dan spiritual saya. Melalui musik, saya berupaya menyampaikan pesan-pesan universal mengenai perdamaian, toleransi, dan saling menghormati sebagai nilai bersama umat manusia,” ujar Dwiki Dharmawan dalam keterangan resminya.

Sementara itu, Leonardo Pavkovics menyebut Anagnorisis sebagai karya yang istimewa. “Anagnorisis benar-benar album yang luar biasa, dengan atmosfer ala ECM. Saya sangat gembira bisa kembali ke Indonesia untuk merayakan musik ini bersama para musisi dan teman-teman saya yang luar biasa,” katanya.

Rilis Indonesia dan Tur Nasional 2026
Secara global, Anagnorisis telah dirilis pada November 2025. Pada 2026, album ini resmi hadir di Indonesia melalui Musikita Records untuk format digital, serta DeMajors untuk format fisik CD dan vinyl.

Perilisan di Indonesia dirangkaikan dengan Anagnorisis Indonesia Tour 2026, menampilkan Dwiki Dharmawan Band feat. Gilad Atzmon, yang akan digelar di sejumlah kota:

– Jakarta – deConcert Room, Deheng House (20 Januari 2026)

– Jakarta – Artoz Bar (21 Januari 2026)

– Bandung – Mirten Lounge, The Papandayan Hotel (22 Januari 2026)

– Yogyakarta – IFI (Institut Français d’Indonésie) (23 Januari 2026)

– Bali – Reef Beach Club, The Apurva Kempinski (25 Januari 2026)

Dalam tur ini, Dwiki Dharmawan didukung oleh musisi pendamping: Dewa Bujana dan Aditya Bayu (gitar), Rudy Zulkarnaen (upright bass), Cucu Kurnia (kendang), serta Kelvin Andreas (drum).

Rangkaian kegiatan ini diselenggarakan oleh Farabi Music Education Center, PAPPRI LIVE, dan MoonJune Music, dengan dukungan berbagai institusi budaya, venue seni, serta komunitas musik dan jazz di Indonesia.

Melalui Anagnorisis, Dwiki Dharmawan kembali menegaskan bahwa seni musik bukan sekadar ekspresi artistik, melainkan juga instrumen diplomasi budaya yang efektif—mampu membangun pemahaman lintas bangsa, memperkuat dialog antarbudaya, dan menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan universal yang sejalan dengan semangat kebudayaan Indonesia di tingkat global. (mak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *