Menu

Mode Gelap
Tingkatkan Sinergitas, Direksi PT KPI & Pjs. GM RU VI Bertemu Kapolda Jabar dan Salurkan bantuan Golf Cart Sedulur Lurah Se-Kecamatan Anjatan (SULTAN) Peringati Ultah 1 Tahun Pertamina RU VI Lanjutkan Kerja Sama Pengamanan Obvitnas dengan Ditpamobvit Polda Jabar UPTD SDN 2 Cipancuh Gelar Pawidya 74 Siswa Kelas VI Tapel 2022 – 2023 SDN 1 Bugistua Lepas 63 Siswa Kelas VI, dan 100 Persen Melanjutkan ke Jenjang SMP

breaking news · 30 Mei 2024 08:35 WIB ·

Forum Wartawan Indramayu Timur Gelar Unjuk Rasa Tolak RUU Penyiaran


 Forum Wartawan Indramayu Timur Gelar Unjuk Rasa Tolak RUU Penyiaran Perbesar

INDRAMAYU,- Forum Wartawan Indramayu Timur (Forwit) siap turun lakukan aksi damai bersama organisasi pers lainnya yang tergabung dalam FKJI (Forum Komunikasi Jurnalis Indramayu) pada Kamis (29/05/2024).

Organisasi pers ini meliputi, PWI Indramayu, SMSI, WWN, Pokja Polres, FKWIB, FWAK, PPWI, KWRI, Sekber, FK-Inbar, Kombes, IWO (Palembang), IWO (Jakarta), IWOI, JOIN, PJI, AWI, FORWIT, PJS, UTI Cirebon Raya, Pers Media Indonesia dan Hipsi.

Aksi damai tersebut terkait dengan RUU Penyiaran yang dinilai sebagai bentuk ancaman kebebasan pers. Selain itu juga terkait dengan ancaman pembunuhan terhadap insan pers Indramayu.

Aksi damai hari kamis pagi itu diawali dengan rute titik kumpul di Sekretariat GPI – Pendopo Indramayu, Dijalanjutkan ke DPRD Indramayu dan Mapolres Indramayu. Mereka membawa empat tuntutan. Diantaranya,
1. Tolak RUU Penyiaran
2. Desak DPRD menandatangani Penolakan RUU Penyiaran
3. Desak APH menangkap dan mengadili Wasma alias Cempe
4. Desak bupati menonaktifkan Wasma/ Cempe.

Ketua Forwit, Abdul Gani mengatakan, Forwit siap ikut turun dalam aksi damai tersebut. Tercatat sekitar 20 jurnalis lebih akan bergabung dengan organisasi pers lainnya.

“Forwit mengikuti seruan aksi damai dari FKJI. Harapannya, revisi RUU Penyiaran dihentikan dan oknum kuwu yang mengancam pembunuhan terhadap wartawan segera ditangkap dan dinonaktifkan dari jabatannya. Karena intimidasi dan ancaman terhadap wartawan semacam itu, jelas mencederai kemerdekaan pers sebagai pilar keempat demokrasi selain bertentangan dengan amanat UU Nomor 40/1999 tentang Pers,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua FORWIT, Afifudin. Ia menilai revisi Undang-Undang (UU) Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran ini terdapat sejumlah pasal kontroversial dan dapat membungkam hingga memberangus kebebasan pers di Indonesia.

“Dan stop ancaman pembunuhan terhadap wartawan. Sikap oknum kuwu ini, sangat tidak terpuji. Pantas untuk kita lawan,” pungkasnya.

Dalam aksi demo ke DPRD, mereka diterima langsung Ketua DPRD Indramayu H Syaefudin SH. Pimpinan DPRD mendukung gerakan moral insan pers. ( Abdul Majid)

Artikel ini telah dibaca 54 kali

Baca Lainnya

Dihadapan Mahasiswa, Kilang Balongan Paparkan Kontribusi dalam Dunia Pendidikan

14 Juni 2024 - 11:42 WIB

Bahas aspek HSSE dan Regenerasi Pekerja, Direktur SDM KPI RU VI Balongan Sapa Frontline Kilang Balongan

14 Juni 2024 - 11:38 WIB

Peringati Hari Pemadam Kebakaran Internasional, Kilang Balongan akan Edukasi Warga Hingga Mahasiswa

14 Juni 2024 - 11:32 WIB

Kuwu Desa Sukagumiwang, Wasma, Diperiksa Polisi atas Dugaan Ancaman Pembunuhan Terhadap Wartawan

11 Juni 2024 - 15:01 WIB

Wacana Duet Daniel- Tobroni di Pilkada Indramayu 2024 Mulai Mencuat dan Dianggap Ideal Sesama Tokoh Muda Asli Indramayu

9 Juni 2024 - 11:04 WIB

Komisaris Bangga dengan Kilang Balongan, Tegaskan Tujuan Pencapaian Profit Harus Utamakan Aspek Safety

9 Juni 2024 - 10:27 WIB

Trending di breaking news