Menu

Mode Gelap
Tingkatkan Sinergitas, Direksi PT KPI & Pjs. GM RU VI Bertemu Kapolda Jabar dan Salurkan bantuan Golf Cart Sedulur Lurah Se-Kecamatan Anjatan (SULTAN) Peringati Ultah 1 Tahun Pertamina RU VI Lanjutkan Kerja Sama Pengamanan Obvitnas dengan Ditpamobvit Polda Jabar UPTD SDN 2 Cipancuh Gelar Pawidya 74 Siswa Kelas VI Tapel 2022 – 2023 SDN 1 Bugistua Lepas 63 Siswa Kelas VI, dan 100 Persen Melanjutkan ke Jenjang SMP

Seni Budaya · 27 Jul 2023 14:04 WIB ·

RSUD Kabupaten Bekasi Lahirkan 2 Program Andalan Dalam Menekan Angka Stunting 14% Sampai Tahun 2024


 RSUD Kabupaten Bekasi Lahirkan 2 Program Andalan Dalam Menekan Angka Stunting 14% Sampai Tahun 2024 Perbesar

BEKASI – Targetkan percepatan program pemerintah dalam menekan angka Stunting
14% hingga tahun 2024,Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi, Lahirkan 2 Andalan Program Inovasi Cantingmas dan Aplikasi
Si penting.

Kedua Program andalan tersebut mendapat dukungan penuh pemerintah daerahKabupaten Bekasi, dan masuk dalam daftar 10 besar lomba inovasi perangkat Daerah tahun 2023.

Inovasi Cantingmas ( cegah Stunting Bersama Masyarakat) dan aplikasi si penting ( Sistim Informasi Penanganan Stunting)
Sudah dilaksanakan dan dipresentasikan oleh RSUD Kabupaten Bekasi Sejak 3 Juli 2023 lalu.

Disampaikan Wakil Direktur RSUD Kabupaten Bekasi, Junaefi, Program Centingmas dan Aplikasi Si penting sangat membutuhkan dukungan dari masyakat dan Civitas Hospital RSUD Kabupaten
Bekasi.

^Predikat masuk dalam daftar 10 besar
tersebut menjadi pemicu RSUD Kabupaten Bekasi dalam meningkatkan standar mutu pelayanan yang prima Kepada masyarakat Bekasi,” ujarnya.

dr. Arda Yunita Subardi, Mars, selalu insiator Inovasi tersebut menyampaikan,
Tentang bagaimana implementasi penanganan
Stunting lebih efisien dengan mengintegrasikan aplikasi untuk mengejar
masa emas kejar tumbuh anak pada 1000 hari pertama kehidupan.

Proses implementasi dari inovasi ini terus
disempurnakan dan di kembangkan agar inovasi ini memberikan dampak positif yaitu penurunan Prevalensi Stunting di Kabupaten Bekasi turun Sesuai target di bawah
14%,”tandasnya.

Perlu diketahui bahwa Stunting adalah masalah Giji Kronis akibat kurangnya
Asupan Giji dalam rangka waktu panjang,
Sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak. Stunting juga
menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat. sehingga lebih rendah dibandingkan anak anak seusianya.

Pihak Kementrian Kesehatan menegaskan bahwa Stunting merupakan ancaman utama terhadap
Kwalitas masyarakat Indonesia.

Bukan hanya mengganggu pertumbuhan fisik.
anak anak juga mengalami gangguan perkembangan Otak yang akan memengaruhi kemampuan dan prestasi mereka.

Selain itu. Anak yang menderita Stunting akan memiliki riwayat kesehatan buruk, karena saya tahan tubuh juga buruk.
Stunting juga bisa menurun ke generasi berikutnya bila tidak ditangani dengan serius.

Beberapa tindakan preventif yang dapat dilakukan untuk mencegah Stunting dan tindakan pencegahan ini sebaiknya dilakukan sebelum, saat, dan sesudah kehamilan, mulai dari pahami konsep Giji, pilihan menu beragam, pemeriksaan rutin, pentingnya ASI, konsumsi asam folat, tingkatkan kebersihan dan Faktor Sanitasi. (Martha sihaloho)

Artikel ini telah dibaca 78 kali

Baca Lainnya

Masa Tenang Pemilu 2024, Panwaslucam Karangampel Bersihkan 1.456 APK

14 Februari 2024 - 05:53 WIB

Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Diponegoro Lakukan Kunjungan Studi ke RU VI Balongan

8 Februari 2024 - 02:58 WIB

50.000 Lebih Penerima Manfaat Terbantu dari Sedekah Konsumen Alfamart

24 Januari 2024 - 13:46 WIB

Launching Kegiatan HPN 2024 dan HUT PWI Ke-78, Ditandai dengan Pelepasan Balon ke Udara

10 Januari 2024 - 13:10 WIB

Kuatkan Sinergi dalam Pemberdayaan Warga Binaan, RU VI Kunjungi Lapas Indramayu

9 Januari 2024 - 11:33 WIB

Tingkatkan Pengetahuan, DPMD Indramayu Sosialisasikan Panduan Laporan Keuangan untuk 309  BUMDes di Tahun 2023

5 September 2023 - 06:04 WIB

Trending di Seni Budaya