BALINGAN – PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Balongan terus memperkuat komitmennya dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui optimalisasi aset strategis dan penguatan sinergi antar entitas di lingkungan Pertamina Group. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Utilisasi Jetty Propylene antara PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Balongan dan PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) yang berlangsung di Strategic Command Center, Gedung Amanah, Kilang Balongan, Kamis (30/7/2026).
Perjanjian kerja sama ini berlaku selama tiga tahun yang dimulai 1 Agustus 2026 hingga 31 Juli 2029, dan menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur pelabuhan sekaligus memperkuat rantai pasok energi dan logistik migas nasional.

Melalui kerja sama ini, Jetty Propylene Refinery Unit Balongan tidak hanya dimanfaatkan untuk mendukung distribusi produk utama kilang seperti Propylene , Avtur, dan LPG, tetapi juga dioptimalkan sebagai fasilitas multi-user untuk mendukung aktivitas logistik PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) dalam melayani operasional PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).
Sinergi tersebut menghadirkan hubungan yang saling memperkuat antar perusahaan di lingkungan Pertamina Group. Refinery Unit Balongan berperan sebagai pemilik aset infrastruktur strategis jetty yang memfasilitasi dermaga, PT Pertamina Trans Kontinental sebagai operator jasa kepelabuhanan, sementara PHE ONWJ memanfaatkan fasilitas tersebut guna mendukung kegiatan operasi lepas pantai (offshore). Kelancaran proyek upstream PHE ONWJ (seperti Proyek OO) diharapkan turut meningkatkan pasokan gas yang selanjutnya akan mendukung keberlangsungan operasional Refinery Unit Balongan.
Utilisasi Dermaga /Jetty Propylene Refinery Unit Balongan ini dirancang untuk memaksimalkan fungsi infrastruktur pelabuhan yang ada agar dapat difungsikan secara multi-guna (multi-user). Selain mendukung kebutuhan utama Kilang Balongan dalam penyaluran produk Propylene, Avtur, hingga pasokan LPG, kerja sama ini memungkinkan dermaga dimanfaatkan oleh PTK untuk melayani kebutuhan operasional logistik PHE ONWJ.

Group Head of Manufacturing (GHOM) RU Balongan selaku Pjs. Executive General Manager RU Balongan, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan manifestasi dan implementasi nyata semangat One Pertamina dalam mendukung target peningkatan produksi minyak dan gas bumi nasional.
“Kolaborasi ini memiliki nilai strategis ini sangat besar bagi keberlanjutan Pertamina secara keseluruhan, untuk itu kami siap mendukung penuh kerja sama ini yang salah satunya untuk meningkatkan lifting migas nasional, yang pada akhirnya pasokan gas tersebut juga akan kembali mendukung operasional Kilang RU Balongan,” ungkap Pjs. EGM.
Pada kesempatan tersebut, Pjs. EGM juga memberikan penekanan khusus pada dua hal krusial yang harus dijaga selama masa perjanjian yaitu menyangkut keandalan dan integritas aset.
“Mengingat Jetty Propylene ini merupakan aset strategis yang digunakan secara bersama (sharing asset), Oleh karena itu, keandalan fasilitas harus terus dijaga melalui pemeliharaan yang baik, pengawasan yang ketat, serta penerapan standar HSSE secara disiplin. Keselamatan seluruh pekerja menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional” ungkapnya.
Ditambahkan pula, kepatuhan akan aspek safety (HSSE) harus diterapkan dengan serius, disiplin mematuhi prosedur keselamatan, belajar dari insiden keselamatan di tempat lain, serta menghindari tindakan tidak aman (unsafe acts) seperti melompat dari fasilitas yang tidak sesuai prosedur mengingat semakin tingginya intensitas pergerakan personil di area dermaga.
“Kami selaku pemilik aset memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan keselamatan pekerja di area tersebut” tegas Pjs. EGM.
Mengakhiri sambutannya, Pjs. EGM berharap kerja sama ini menjadi pintu pembuka bagi peluang kolaborasi dan inisiatif positif lainnya di masa depan, sehingga fasilitas yang ada dapat memberikan manfaat maksimal bagi Pertamina Group dan ketahanan energi nasional.
Sementara itu, General Manager Marine & Agency Operation Regional II PT Pertamina Trans Kontinental (PTK), Eka Candra Dinata, menyampaikan bahwa kerja sama ini membuktikan kapabilitas Pertamina Group dalam mengelola rantai logistik maritim terintegrasi secara profesional.
“PTK siap berkomitmen penuh menjalankan peran sebagai operator dermaga dengan memprioritaskan prinsip Operational Excellence dan standar tinggi HSSE. Sinergi ini merupakan bentuk nyata kolaborasi yang saling menguntungkan (win-win solution), di mana pemanfaatan dermaga ini memberikan nilai tambah operasional bagi PHE ONWJ dan RU Balongan, sekaligus menegaskan peran PTK dalam mengelola keagenan dan pelabuhan secara andal,” tegas Eka.
Melalui pemanfaatan jetty secara terpadu, penyaluran pasokan petrokimia dan produk energi di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya dipastikan semakin stabil dan andal.
Ditemui secara terpisah, Pjs. Area Manager Communication, Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Balongan, Nurhidayanto, menegaskan bahwa penandatanganan kerja sama ini merupakan bukti nyata komitmen perusahaan dalam mengoptimalkan aset strategis untuk menciptakan nilai tambah bagi Pertamina Group dan masyarakat
“Kolaborasi antara Refinery Unit Balongan, PT Pertamina Trans Kontinental, dan PHE ONWJ merupakan implementasi nyata semangat One Pertamina. Melalui optimalisasi pemanfaatan aset, kami tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional perusahaan, tetapi juga memperkuat keandalan rantai pasok energi nasional. Sinergi ini menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan distribusi energi yang aman, andal, dan berkelanjutan bagi Indonesia,” ujar Nurhidayanto.
Kerja sama ini sekaligus menegaskan komitmen Pertamina Patra Niaga dalam mengembangkan kolaborasi lintas entitas guna menciptakan operasi yang semakin efisien, aman, dan berkelanjutan. Dengan pemanfaatan infrastruktur secara optimal serta penerapan standar HSSE yang konsisten, Pertamina terus memperkuat perannya sebagai perusahaan energi nasional yang mampu menjawab tantangan ketahanan energi Indonesia di masa depan. (Abdul Gani)














