INDRAMAYU – Suasana hangat menyelimuti Jalan Istiqomah No. 19/21, Kelurahan Lemahmekar, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Jawa Barat 45212 (di depan Pom Bensin Bunderan Kijang). Di balik etalase kedai ini, tidak terdengar teriakan barista yang biasa bersahutan menerima pesanan. Yang ada hanyalah senyum ramah, anggukan kepala, serta gestur tangan yang dinamis menyambut setiap pengunjung.
Inilah Kopi Kedai “Teman Istimewa”. Kedai ini bukan sekadar tempat nongkrong atau melepas penat, melainkan telah menjadi sarana tempat edukasi pembelajaran bisnis mandiri dan dijadikan rumah bersama bagi penyandang disabilitas tuna rungu.
Sespri Maulana, selaku pendamping program “Teman Istimewa” komunitas disabilitas tuna rungu, menjelaskan bahwa kedai ini menyediakan berbagai menu makanan dan minuman hasil racikan tangan-tangan terampil penyandang disabilitas.
“Racikan yang digunakan disabilitas tuna rungu atau tuli sesuai standar aturan pakai gram dari produk perusahaan jenis minuman yang dipesan oleh konsumen. Rasanya pun enak,” ujar Maulana pada Selasa, 27 Oktober 2026.
Ia mencontohkan salah satu peracik minuman dan makanan di kedai tersebut bernama Winanda (25). Anak pertama dari dua bersaudara pasangan Damin dan Ratminih ini merupakan lulusan SLBN Mutiara Hati, Desa Pekandangan, Indramayu.
Dengan ketelitian tinggi, Winanda memastikan setiap takaran gramatur minuman maupun makanan ringan tersaji sesuai standar baku pesanan konsumen.
Keberhasilan Kopi Kedai “Teman Istimewa” sebagai ruang pemberdayaan kini juga berdampak langsung pada kesejahteraan finansial para pekerjanya. Berdasarkan catatan operasional, kedai ini dibagi 2 shif siang mulai pukul 10-14, shif malam pukul 14-22 dan masing-masing shif 4 orang ditambah 1 orang pemarkir kendaraan konsumen, semuanya disabilitas tuna rungu. Kopi Kedai “Teman Istimewa”, mampu meraup hasil penjualan rata-rata sebesar Rp55 juta per bulan. Dari pencapaian tersebut, para penyandang disabilitas menerima keuntungan bersama masing-masing sebesar Rp1.800.000 per bulan.
Di balik denyut ekonomi kerakyatan yang digerakkan oleh para penyandang disabilitas ini, terdapat dukungan berkelanjutan dari PT Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan. Sejak tahun 2023, Kopi Kedai “Teman Istimewa” telah menjadi salah satu Usaha Mikro Kecil (UMK) mitra binaan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut melalui program Community Involvement and Development (CID) atau CSR.
Pjs. Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan, Andromedo Cahyo Purnomo, menjelaskan bahwa perusahaan berkomitmen menciptakan lingkungan kerja inklusif serta memberdayakan masyarakat penyandang disabilitas.
Langkah ini, kata Purnomo, merupakan wujud kewajiban perusahaan BUMN dalam menjalankan perintah Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Beleid (Langkah yang ditempuh untuk melaksanakan suatu program) tersebut mengamanatkan tanggung jawab untuk memberikan kesetaraan kesempatan kerja serta fasilitas yang akomodatif bagi pekerja disabilitas di wilayah lingkungan perusahaan.
“Peduli penyandang disabilitas, Kopi Kedai “Teman Istimewa” merupakan sarana atau media bagi disabilitas tuna rungu atau tuli untuk berkarya dan dapat menciptakan lapangan kerja secara mandiri,” ungkap Purnomo.
Purnomo menambahkan, inisiatif PT Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan ini merupakan langkah progresif untuk mendorong partisipasi serta integrasi yang lebih besar bagi individu disabilitas di sektor swasta.
Selama ini, penyandang disabilitas tuna rungu sering kali menghadapi tantangan berat dalam mengakses penghidupan, peluang pekerjaan, dan keterlibatan dalam aktivitas ekonomi. Berbagai hambatan tersebut kerap memicu diskriminasi di dunia kerja yang berisiko menyeret penyandang disabilitas ke jurang kemiskinan mendalam.
Melalui program CID Kilang Balongan, Pertamina berupaya membuktikan bahwa inklusivitas bukanlah sekadar retorika. Langkah proaktif ini memberikan peluang nyata bagi individu berkebutuhan khusus untuk turut serta dalam proses pembangunan nasional yang berdampak signifikan.
“Sponsorship ini menjadi bukti nyata komitmen PT Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan dalam mempromosikan kesejahteraan dan inklusivitas, terutama bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas di lingkungan perusahaan. Pemberdayaan penyandang disabilitas tuna rungu di area kegiatan operasional Kilang Balongan diantaranya Kedai Kopi Teman Istimewa Indramayu,” urai Purnomo.
Pada akhirnya, kehadiran Kopi Kedai “Teman Istimewa” menunjukkan bahwa dengan dukungan stakeholder dan pembinaan yang tepat, kelompok disabilitas mampu mandiri secara ekonomi dan menggerakkan roda kesejahteraan masyarakat di Indramayu. (Abdul Gani)














