banner 728x250

Siloam Hospitals TB Simatupang Meraih Pencapaian Tertinggi untuk Layanan Neurologi di Tingkat Nasional dan Internasional  

Jakarta – Siloam Hospitals TB Simatupang kembali meraih pengakuan atas layanan stroke di tingkat internasional dan layanan saraf secara keseluruhan di tingkat nasional. Rumah sakit ini menjadi satu-satunya rumah sakit umum swasta di Jakarta yang meraih Diamond Excellence Award untuk Layanan Saraf dalam Pemeringkatan Rumah Sakit Tingkat Nasional 2026 dari Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI). Di tingkat internasional, Siloam Hospitals TB Simatupang juga kembali memperoleh Diamond Status ANGELS Awards dari World Stroke Organization (WSO) untuk periode Q3 2025–Q2 2026, sekaligus menandai pencapaian Diamond ke-12 sejak tahun 2022. Bertepatan dengan peringatan World Stroke Day, kedua penghargaan ini semakin memperkuat posisi Siloam Hospitals TB Simatupang sebagai Stroke Ready Hospital, yang mampu menghadirkan layanan penanganan stroke yang cepat, terintegrasi, dan berstandar internasional guna meningkatkan keselamatan serta kualitas hidup pasien.

Di antara penyakit tidak menular, stroke merupakan penyebab kematian kedua terbesar dan penyebab gabungan kematian serta kecacatan ketiga di dunia. Pada periode 1990 hingga 2021, beban stroke (berdasarkan jumlah kasus absolut) meningkat secara signifikan, dengan peningkatan sebesar 70% pada kasus stroke baru, 44% pada kematian akibat stroke, 86% pada jumlah kasus stroke yang ada, serta 32% pada Disability-Adjusted Life Years (DALYs), yaitu tahun kehidupan sehat yang hilang akibat kematian dini dan kecacatan. Faktor risiko metabolik berkontribusi sekitar 69,0% terhadap beban stroke, faktor risiko lingkungan 37,0%, dan faktor risiko perilaku 35,0%. Kontribusi tersebut dapat tumpang tindih dan tidak dapat dijumlahkan. Menurut Kementerian Kesehatan RI (2024), di Indonesia, stroke menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian, yakni sebesar 11,2% dari total kecacatan dan 18,5% dari total kematian.

dr. Dina Meliana, SpN, DAIFIDN, Spesialis Saraf dari Siloam Hospitals TB Simatupang menjelaskan bahwa sebagai Stroke Ready Hospital, Siloam Hospitals TB Simatupang telah menerapkan sistem penanganan stroke terintegrasi didukung dokter dan perawat terlatih khusus. “Kami telah mampu memulai trombolisis pada pasien yang memenuhi kriteria dalam waktu kurang dari 60 menit sejak tiba di rumah sakit (door-to-needle time). Pada stroke iskemik, obat trombolitik membantu melarutkan bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah otak untuk mengurangi risiko kecacatan. Terapi diberikan setelah evaluasi dokter dan pencitraan otak menyingkirkan perdarahan serta memastikan kelayakan pasien. Trombolisis intravena umumnya diberikan sesegera mungkin dalam 4,5 jam sejak awal gejala atau terakhir diketahui normal. Pada pasien tertentu, terapi reperfusi dapat dipertimbangkan di luar rentang tersebut berdasarkan pencitraan dan penilaian dokter. Capaian door-to-needle time tercepat untuk trombolisis di Siloam Hospitals TB Simatupang adalah 13 menit.”

Selain kesiapan rumah sakit, pemahaman masyarakat terhadap gejala stroke juga menjadi faktor penting dalam mencegah kecacatan maupun kematian. Untuk itu, Siloam Hospitals TB Simatupang mengingatkan pentingnya mengenali gejala stroke melalui metode BE FAST, yaitu B (Balance): kehilangan keseimbangan atau kesulitan berjalan; E (Eyes): gangguan penglihatan mendadak; F (Face): wajah tidak simetris; A (Arms): kelemahan pada salah satu lengan; S (Speech): bicara pelo atau kesulitan berbicara; dan T (Time): segera mencari pertolongan medis serta mencatat waktu awal gejala atau terakhir kali pasien diketahui normal.

dr. Dewi Wiguna, M.Sc, Hospital Director Siloam Hospitals TB Simatupang menjelaskan bahwa keberhasilan penanganan stroke sangat ditentukan oleh kecepatan pasien mendapatkan terapi yang tepat. “Pasien yang memperoleh penanganan dalam rentang Golden Period memiliki peluang pemulihan yang lebih baik. Oleh karena itu, edukasi untuk mengenali gejala stroke sejak dini merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko kecacatan dan kematian akibat stroke. Sejalan dengan tema World Stroke Day yaitu ’ActFAST’, kami mengajak masyarakat untuk tidak menunda mencari pertolongan medis ketika menemukan gejala stroke,” ujar dr. Dewi.

“Jika diketahui ada pasien yang didiagnosa stroke, tim segera mengaktifkan Code Fast, bahkan sebelum pasien tiba di rumah sakit. Semua persiapan dilakukan bersamaan antara tim emergency, dokter spesialis saraf, unit farmasi dan unit radiologi. Tidak semua rumah sakit memiliki sistem yang memungkinkan Code Fast berjalan dengan baik, sehingga penting untuk memilih rumah sakit yang merupakan Stroke Ready Hospital. Penting untuk diingat, Detect BE FAST, Act Fast with Code Fast,” tutup dr Dewi.

Kunjungi IG, YouTube dan TikTok @siloamtbsimatupangofficial untuk informasi edukatif mengenai kesehatan lainnya. (mak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *