BALONGAN – Desa Energi Berdikari sebagai bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina yang bertujuan untuk menciptakan kemandirian energi dan ekonomi masyarakat desa berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) resmi berjalan di Desa Majakerta.
Melalui sinergi antara PT Pertamina (Persero) dan PT Pertamina New and Renewable Energy, Kilang Pertamina Balongan berhasil menghadirkan infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Majakerta, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu.
Langkah ini merupakan implementasi nyata dari sinergi Pertamina Group, di mana Kilang Balongan berperan sebagai penggerak pemberdayaan masyarakat sekitar.
Program Desa Energi Berdikari (DEB) Pertamina bukan sekadar program donasi, melainkan inisiatif strategis untuk menciptakan kemandirian energi yang berdampak langsung pada kebangkitan ekonomi desa. Di Desa Majakerta, instalasi PLTS berkapasitas 6,6 kWp yang dilengkapi dengan baterai penyimpanan daya (Battery Energy Storage System/BESS) sebesar 20 kWh ini dirancang untuk menjadi solusi atas tantangan energi setempat. Daya yang dihasilkan dari PLTS ini sudah dimanfaatkan untuk penerangan jalur nelayan di muara, penerangan TPI dan jalan desa Majakerta sekitar muara sehingga bermanfaat untuk memberikan rasa aman buat nelayan dan masyarakat sekitar.
Dalam kegiatan aktivasi program yang berlangsung Jumat (23/01), Pjs. Area Manager Communication, Relation & CSR Kilang Balongan, Rizky Anggia Putri, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen Pertamina dalam mendukung transisi energi yang inklusif.
“Kami berharap melalui instalasi PLTS ini, warga Majakerta dapat merasakan manfaat nyata dari energi bersih, baik untuk mendukung kegiatan sosial maupun ekonomi secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Rizky.
Senada dengan hal tersebut, Narsidi, Lebeh Desa Majakerta yang mewakili pemerintah desa mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas bantuan infrastruktur yang diberikan.
“Kami atas nama Pemerintah Desa Majakerta mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pertamina. Kehadiran listrik tenaga surya ini sangat membantu kami, terutama untuk penerangan jalan dan fasilitas umum yang selama ini sering terkendala. Ini adalah berkah bagi warga kami untuk beraktivitas lebih aman di malam hari,” ungkapnya.
Dampak positif terhadap sektor ekonomi juga ditegaskan oleh Turipah, Ketua Nelayan KPL Baita Mina Lestari. Ia melihat potensi besar dari penghematan biaya energi untuk pengembangan usaha masyarakat.
“Bagi kami di KUD dan para pelaku UMKM, efisiensi biaya energi adalah hal yang sangat penting. Dengan adanya PLTS ini, kami bisa mengalihkan biaya listrik untuk keperluan pengembangan modal usaha anggota. Kami berkomitmen menjaga fasilitas ini agar terus memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan warga” jelas Turipah.
Guna memastikan program ini berjalan jangka panjang, acara ini juga diisi dengan edukasi teknis, pelatihan operasional dan perawatan (Operation & Maintenance) PLTS kepada warga oleh Taufiqul Rahman selaku perwakilan dari PT Radiasi Karya Timus sebagai Kontraktor pemasangan instalasi PLTS sehingga masyarakat memiliki kemandirian dalam mengelola aset energi mereka sendiri di masa depan. (Abdul Gani)














