banner 728x250

Dinas PUPR Gerak Cepat Turunkan Excavator Mengeruk Kali Ceblok Mengurangi Resiko Banjir

INDRAMAYU — Tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Indramayu sepanjang Selasa (27/1/2026) membuat warga di jantung Kota Indramayu kian khawatir.

Ratusan warga yang bermukim di Perumahan Citra Dharma Ayu (Cidayu) dan Perumahan Ningrat 1, Kelurahan Margadadi, Kecamatan Indramayu, terpaksa mengungsi ke rumah tetangga maupun ke pos pengungsian yang disediakan ketua RW dan RT setempat.

Di Perumahan Cidayu, air telah masuk ke rumah-rumah warga dengan ketinggian antara 20 hingga 50 sentimeter.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indramayu langsung menerjunkan personel ke lokasi untuk mengevakuasi warga menggunakan perahu karet menuju tempat yang lebih aman.

Kasat Pol PP Kabupaten Indramayu, Teguh Budiarso turun langsung membantu evakuasi warga setempat.

Lena (50), warga Perumahan Cidayu, mengaku khawatir melihat air yang terus meninggi. Kondisi tersebut membuat sebagian besar warga memilih mengungsi.

Tim dari BPDB Indramayu menolong warga Perumahan Cidayu Kelurahan Margadadi-Indramayu ke tempat pengungsian yang aman dengan perahu karet.

“Kalau saya mengungsi ke lantai atas. Tetangga juga ada yang ikut mengungsi ke rumah saya,” ujar Lena kepada awak media, Selasa sore.

Menurutnya, banjir yang terjadi pada awal tahun ini lebih parah dibandingkan banjir besar pada 2014.

“Ini lebih parah dari banjir 2014. Saya berharap pihak terkait segera mengambil tindakan cepat dan memprioritaskan keselamatan warga di sini,” kata Lena dengan nada sedih.

Keluhan serupa disampaikan Bela PKN (42), warga Perumahan Ningrat 1, Kelurahan Margadadi. Ia mengatakan, saat ini warga sangat membutuhkan ketersediaan perahu karet untuk membantu evakuasi dari rumah-rumah yang telah dikepung banjir.

Plt Kadis PUPR Indramayu, Maulana Malik langsung turun ke lapangan mengintruksikan petugas mengoperasikan alat berat excavator mengeruk Kali Ceblok- Indramayu untuk mengurangi resiko kebanjiran warga jantung kota, dan air pun langsung mengalir ke muara.

“Kami mohon dinas terkait, khususnya BPBD, segera mengirim perahu karet dan mendirikan tenda pengungsian karena hujan masih terus turun dan air semakin tinggi,” ujar Bela.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Indramayu, Dadang Oce Iskandar, mengatakan pihaknya telah mengerahkan petugas ke sejumlah titik banjir, termasuk Perumahan Cidayu dan Perumahan Ningrat 1 di Margadadi.

“Ada petugas yang sudah ke lokasi membawa perahu karet. Namun, perahu bersifat mobile karena banyak wilayah yang juga membutuhkan,” ujar Oce singkat kepada Kreator Jabar.com, Selasa (27/1/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun hingga Sabtu (24/1/2026) malam pukul 23.00 WIB, sebanyak 2.411 jiwa terdampak banjir. Banjir merendam 604 unit rumah dan tujuh fasilitas umum di tiga kecamatan, yakni Kertasmaya, Jatibarang, dan Lohbener.

Sementara itu, data banjir di Kecamatan Indramayu dan Patrol masih dalam proses pendataan. (Abdul Gani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *