banner 728x250

Camat Krangkeng Apresiasi Penyaluran Bansos Cadangan Beras Pemerintah di Desa Kapringan Indramayu

INDRAMAYU — Kepedulian terhadap kelompok rentan seperti warga lanjut usia dan penyandang sakit kembali ditunjukkan oleh pemerintah tingkat desa di Kabupaten Indramayu. Hal tersebut tampak jelas dalam pelaksanaan distribusi bantuan sosial di wilayah Desa Kapringan, Kecamatan Krangkeng.

Pada hari Kamis, 27 Agustus 2026, Balai Desa Kapringan dipadati oleh ratusan warga yang antusias menjemput jatah bantuan pangan mereka. Bantuan sosial yang dibagikan merupakan Cadangan Beras Pemerintah untuk alokasi periode Juli, Agustus, dan September 2026.

Meskipun didominasi oleh warga lanjut usia dan ibu rumah tangga, proses antrean di lokasi terpantau berjalan sangat tertib dan teratur. Kondisi ini terwujud berkat penerapan sistem pembagian undangan berdasarkan wilayah blok guna mencegah penumpukan massa.

Berdasarkan data resmi, tercatat sebanyak 2.771 Keluarga Penerima Manfaat di Desa Kapringan yang berhak menerima bantuan beras medium. Masing-masing KPM mendapatkan alokasi 10 kilogram beras per bulan yang dirapel sekaligus untuk tiga bulan menjadi 30 kilogram.

Kuwu Desa Kapringan, Durma, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam merespons tekanan ekonomi warga. Pihaknya memastikan verifikasi data dilakukan secara ketat agar bantuan benar-benar jatuh ke tangan warga yang tepat.

“Penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian pemerintah kepada masyarakat,” ujar Durma di hadapan para warga yang hadir.

Durma menambahkan, periode Juli hingga September kerap menjadi masa penuh tantangan bagi warga, khususnya petani dan buruh tani. Fluktuasi pendapatan akibat faktor cuaca membuat bantuan beras ini sangat vital untuk menjaga stabilitas dapur keluarga.

Untuk memastikan tidak ada warga yang terlewat, pemerintah desa menghadirkan inovasi pelayanan kemanusiaan yang humanis. Bagi warga lanjut usia maupun yang sedang sakit dan tidak mampu datang ke balai desa, disiapkan layanan pengantaran langsung ke rumah. Petugas desa bersama unsur keamanan bergerak aktif mengantar paket beras langsung ke pintu rumah warga lansia yang berhalangan hadir.

Langkah jemput bola ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat karena sangat membantu meringankan warga yang kesulitan mobilitas.

Kelancaran proses distribusi ini turut melibatkan sinergi kuat antara pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta para pendamping desa. Seluruh tahapan mulai dari pencatatan identitas hingga penyerahan fisik beras dikawal secara transparan dan akuntabel.

Camat Krangkeng, Indra Mulyana, AP., M.Si., memberikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas dan ketertiban pelayanan di Desa Kapringan. Menurutnya, koordinasi lintas sektor yang solid membuat masyarakat dapat menerima hak mereka dengan cepat dan nyaman.

Salah seorang penerima manfaat berusia 68 tahun asal Blok Pesantren, Kanijem, mengungkapkan rasa syukur mendalam atas bantuan tersebut. Bantuan beras ini meringankan beban ekonominya di tengah kondisi pekerjaan di sawah yang sering terhambat cuaca.

“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu. Uang yang biasanya digunakan untuk membeli beras bisa dialihkan untuk kebutuhan lain,” tutur Kanijem.

Selain meringankan beban rumah tangga, keberadaan cadangan beras ini juga diyakini mampu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di pasaran. Pasalnya, ketersediaan stok pangan di tingkat rumah tangga secara otomatis dapat meredam lonjakan permintaan pasar lokal.

Ke depan, Pemerintah Desa Kapringan bertekad untuk tidak berhenti pada penyaluran bantuan sosial yang bersifat jangka pendek semata. Pihak desa merencanakan program integratif berupa pemberdayaan ekonomi guna membangun kemandirian finansial warga secara berkelanjutan.

Seluruh rangkaian kegiatan penyaluran bantuan pangan yang dimulai sejak pagi hari tersebut berakhir dengan sukses, aman, dan kondusif. (Abdul Gani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *