JAKARTA – Natalia Tjahja, pendiri Maria Monique Last Wish Foundation dan Kreator 100 CTFP, kembali membawa terobosan kemanusiaan yang menyentuh hati. Setelah mendedikasikan hidupnya untuk Tuhan dan anak-anak dan kaum disabilitas global—termasuk menciptakan Anthem untuk APC dan film non-profit Movie Boccia, pencetus Asia Cooking Journeys —kini sebuah berkat baru hadir dalam perjalanannya sebagai seorang AI filmmaker.
Melalui proyek sinematik bertajuk “Cook for World”, Natalia berkolaborasi secara indah dengan teknologi Google Veo. Dalam kerja sama ini, Natalia merancang seluruh alur cerita, karakter, serta arahan kamera dari hati, sementara Google Veo menghidupkannya secara visual. Kolaborasi ini lahir dari diskusi mendalam untuk menyebarkan pesan ketulusan universal melalui keindahan kuliner global.
Menariknya, “Cook for World” hadir sebagai sebuah gerakan sinematik baru yang unik di YouTube, yang merayakan pesan beautiful hearts lewat tayangan kuliner dunia.
Sebagai hidangan perdana, proyek ini mengangkat Pão de Queijo, makanan khas legendaris dari Brasil. Dipilihnya kuliner Brasil ini secara khusus didedikasikan sebagai bentuk apresiasi tertinggi untuk negara asal Andrew Parsons,President IPC, sosok luar biasa yang dihormati sebagai “Father of 100 CTFP Worldwide”. Kehangatan cita rasa autentik inilah yang dipilih untuk menjembatani pesan cinta kasih antarbangsa.
Melalui karya ini, Natalia Tjahja juga menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang mendalam kepada Larry Page, Sergey Brin, serta Sundar Pichai. Visi dan kepemimpinan humanis mereka telah melahirkan teknologi inklusif yang kini mampu menjadi jembatan kebaikan bagi para kreator di seluruh dunia.
Seluruh karya sinematik ini dapat disaksikan melalui channel YouTube resmi @beautifulheartai. Proyek “Cook for World” hadir bukan untuk mencari pengikut, melainkan menjadi ruang bagi siapa saja untuk berhenti sejenak dan merasakan indahnya from the heart. (mak)














