banner 728x250

Perkuat Komitmen Lingkungan, Kilang Balongan Gelar Workshop Pengelolaan B3 untuk Pemenuhan Aspek PROPER

INDRAMAYU – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit VI Balongan kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan praktik bisnis yang berwawasan lingkungan dan mengutamakan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan “Workshop dan Awareness Pemenuhan Kepatuhan Pengelolaan Bahan Berbahaya Beracun (B3) Aspek PROPER 2026″ yang dilaksanakan di Hotel Swiss-Belinn, Indramayu, pada Kamis (22/01/2026).

Kegiatan ini merupakan langkah strategis perusahaan untuk memastikan seluruh operasional kilang tetap berjalan sesuai dengan regulasi terbaru, khususnya Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 7 Tahun 2025 tentang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER).

Dalam sambutannya, Muhammad Nur Hidayat, Section Head Environment Kilang Balongan selaku Pjs. Manager HSSE, menyampaikan bahwa Kilang Balongan berkomitmen penuh untuk menjaga kelestarian lingkungan melalui praktik bisnis yang mengutamakan HSSE, khususnya pada poin pengelolaan lingkungan.

“Kami menyadari pentingnya penyegaran dan peningkatan awareness harus terus disosialisasikan agar standar kepatuhan kita tetap berada di level tertinggi, sesuai dengan kriteria penilaian PROPER yang semakin ketat,” ujar Muhammad Nur Hidayat.

Ditambahkan Nur Hidayat, kehadiran pihak otoritas ini bertujuan untuk memberikan panduan langsung mengenai parameter kepatuhan pengelolaan B3, mulai dari tahap input, penyimpanan, hingga pelaporan dokumen yang menjadi syarat mutlak penilaian PROPER Biru maupun peringkat yang lebih tinggi.

Melalui workshop ini, para pekerja dari berbagai fungsi terkait di Kilang Balongan diharapkan dapat memahami lebih dalam mengenai tata kelola B3 yang baik dan benar”, pungkasnya.

Senada dengan hal tersebut, Arjon Siagian, Manager Environment PT Kilang Pertamina Internasional, menekankan bahwa pengelolaan B3 merupakan tanggung jawab kolektif lintas fungsi. Ia mengapresiasi Kilang Balongan yang telah visioner dalam mengumpulkan seluruh fungsi terkait, karena pengelolaan B3 dimulai dari hulu hingga ke hilir.

“Pengelolaan B3 bukan sekadar tugas HSSE yang memonitor dan melaporkan, tetapi merupakan kewajiban bersama. Hal ini dimulai dari Fungsi Procurement dalam pengadaan dan pengangkutan, Fungsi Warehouse dalam penyimpanan, hingga kawan-kawan di Operasi, Laboratorium, dan Engineering dalam penggunaannya,”ungkap Arjon.

Ia menambahkan bahwa kepatuhan terhadap peraturan tentang Pengelolaan B3 harus dipandang sebagai kewajiban moral perusahaan, bukan sekadar karena adanya tekanan dari penilaian PROPER.

Hadir sebagai narasumber utama adalah Firdaus Alim Damopolii, S.T., M.M., Direktur Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun Kementerian Lingkungan Hidup / Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, yang menekankan pentingnya integrasi kepatuhan dalam budaya kerja perusahaan.

Dalam pemaparannya, Firdaus menekankan bahwa kepatuhan terhadap pengelolaan B3 bukan sekadar pemenuhan syarat administratif untuk mencapai predikat PROPER, melainkan wujud nyata tanggung jawab korporasi terhadap keberlanjutan ekosistem.

Dikesempatan terpisah, Rizky Anggia putri selaku Pjs. Area Manager Communication, Relation & CSR RU VI menegaskan bahwa Kilang Balongan berkomitmen untuk menjalankan operasional kilang dengan standar keamanan lingkungan yang tinggi.

Hal ini sejalan dengan tujuan perusahaan untuk tidak hanya mengejar target produksi, tetapi juga memastikan setiap produk yang dihasilkan melalui proses yang aman dan tidak mencemari lingkungan.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap komitmen HSSE yang dijalankan perusahaan dapat terkomunikasikan dengan baik, sehingga masyarakat dan pemerintah terus memberikan kepercayaan penuh atas praktik bisnis berkelanjutan yang kami jalankan,” ungkapnya. (Abdul Gani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *