PEKALONGAN – Ramadan menjadi momentum bagi Rumah Baca Pintar untuk kembali menghidupkan kegiatan literasi melalui program Ngabuburead, yang tahun 2026 ini memasuki penyelenggaraan ke-12. Kegiatan yang menggabungkan literasi, permainan edukatif, tadarus Al-Qur’an, dan kajian keislaman ini diikuti oleh puluhan anak dan remaja.
Sebanyak 70 peserta dari berbagai jenjang usia, mulai dari TK, SD/MI hingga SMP/remaja, mengikuti kegiatan yang berlangsung selama dua minggu berturut-turut sejak hari ketiga Ramadan. Selama program berlangsung, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok belajar sesuai usia agar kegiatan dapat berjalan lebih efektif dan menyenangkan.

Program Ngabuburead telah menjadi tradisi Ramadan di Rumah Baca Pintar sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2010. Kegiatan ini sempat terhenti selama masa pandemi COVID-19, namun kembali dilanjutkan dua tahun terakhir dan terus mendapatkan antusiasme dari masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini didukung oleh 15 relawan yang secara rutin mendampingi para peserta. Para relawan mengelola berbagai aktivitas seperti membaca bersama, permainan literasi, diskusi ringan, hingga kegiatan keagamaan yang bertujuan menanamkan nilai-nilai positif kepada anak-anak.

Ketua penyelenggara, Nur Fina Solawati, mengatakan bahwa kegiatan Ngabuburead dirancang sebagai cara kreatif untuk memanfaatkan waktu menjelang berbuka puasa.
Menurutnya, anak-anak tidak hanya menunggu waktu berbuka, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan.
“Melalui Ngabuburead, anak-anak diajak untuk mencintai buku, memperkuat kebersamaan, dan menumbuhkan nilai-nilai keislaman sejak dini,” ujarnya.
Pada tahun ini, kegiatan Ngabuburead juga mendapatkan dukungan dari Amanah Zakat, sebuah lembaga amil zakat yang berpusat di Depok, Jawa Barat. Dukungan tersebut diberikan melalui program Green Ramadan, yang mendorong kegiatan sosial dan pendidikan sekaligus menguatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Amanah Zakat dikenal memiliki berbagai program pemberdayaan masyarakat, termasuk dukungan terhadap kegiatan literasi, santunan bagi dai dan santri, serta inisiatif yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan.
Program-program tersebut juga didukung oleh Askrindo dan Asyki sebagai bagian dari upaya kolaboratif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui kolaborasi ini, Rumah Baca Pintar berharap kegiatan Ngabuburead dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak anak-anak di masa mendatang.
Penyelenggara menilai bahwa kegiatan berbasis komunitas seperti ini penting untuk menciptakan ruang belajar yang ramah bagi anak-anak, terutama di bulan Ramadan yang sarat dengan nilai pendidikan dan spiritual.
Dengan semangat kebersamaan para relawan dan dukungan berbagai pihak, Ngabuburead di Rumah Baca Pintar diharapkan terus menjadi gerakan literasi yang menginspirasi serta memberi warna positif bagi Ramadan anak-anak di Pekalongan. (mak/rls)














