banner 728x250

SMSI Indramayu Memperingati Kemerdekaan Indonesia Dengan Doa Dan Berbagi Bersama Veteran

INDRAMAYU – Peringatan kemerdekaan tidak selalu berlangsung dengan panggung, lomba, atau kemeriahan.

Di Taman Makam Pahlawan (TMP) Dharma Ayu Indramayu, Selasa (18/8/2026), suasananya justru lebih tenang. Doa dipanjatkan, nama-nama para pejuang dikenang, sementara sejumlah veteran menerima bingkisan sembako.

Momen tersebut digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Indramayu dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pengurus dan anggota SMSI Indramayu hadir bersama Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Indramayu H. Rakhmat beserta sejumlah anggota veteran.

Bagi para veteran yang hadir, pertemuan itu bukan sekadar kegiatan setelah perayaan kemerdekaan.

Ada ruang untuk kembali mengingat perjuangan generasi terdahulu sekaligus melihat bahwa perhatian terhadap mereka masih ada.

Kegiatan diawali dengan doa dan tahlil bersama. SMSI dan para veteran mendoakan para pejuang yang telah lebih dahulu meninggal dunia serta berjasa dalam perjalanan bangsa.

Setelah doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian sembako kepada anggota LVRI.

Ketua SMSI Kabupaten Indramayu Ihsan Mahfudz SH, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap para veteran yang pernah mengambil bagian dalam perjuangan bangsa.

Menurutnya, peringatan kemerdekaan seharusnya tidak hanya berhenti pada upacara dan seremoni. Ada nilai penghormatan yang perlu diwujudkan melalui perhatian terhadap mereka yang pernah berjuang.

Ia berharap kegiatan semacam itu dapat menjadi langkah awal bagi SMSI untuk melakukan kegiatan sosial lainnya di tengah masyarakat.

“Ini merupakan wujud kepedulian terhadap para pejuang yang tergabung dalam Legiun Veteran Republik Indonesia Kabupaten Indramayu. Ke depan, insyaallah SMSI akan menjadi pelopor dalam hal-hal lainnya,” ujarnya.

Veteran Mengaku Terharu

Apresiasi datang dari Ketua LVRI Kabupaten Indramayu, H. Rakhmat.

Ia mengaku terharu karena kegiatan kepedulian yang dilakukan SMSI tersebut menjadi pengalaman yang berkesan bagi para veteran.

Menurutnya, perhatian yang diberikan SMSI kepada veteran memiliki arti tersendiri. Bukan semata karena bantuan yang diterima, tetapi karena masih ada pihak yang mau datang dan meluangkan waktu untuk berbagi serta mengenang perjuangan para pendahulu.

“Kami mengapresiasi kegiatan kepedulian yang dilakukan SMSI ini. Ini yang pertama kali, dan kami merasa terharu,” kata H Rakhmat.

Di TMP Dharma Ayu, pertemuan antara insan media dan para veteran kemudian berlangsung dalam suasana sederhana. Tidak ada jarak yang terlalu jauh. Setelah rangkaian doa selesai, percakapan dan silaturahmi menjadi bagian dari kegiatan.

Bagi SMSI, kegiatan tersebut menjadi cara lain untuk memaknai kemerdekaan tidak hanya mengingat tanggal 17 Agustus, tetapi juga menyentuh mereka yang menjadi bagian dari sejarah perjuangan bangsa.

Sementara bagi para veteran, doa yang dipanjatkan bersama menjadi pengingat bahwa perjuangan para pendahulu belum semestinya berhenti sebagai cerita masa lalu.

Kemerdekaan memang telah berusia 81 tahun. Namun, di antara makam para pejuang dan wajah para veteran yang semakin menua, pesan tentang menghargai jasa pahlawan kembali menemukan maknanya bahwa mengenang perjuangan tidak cukup hanya dengan upacara, tetapi juga dengan kepedulian.(Dar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *