BALONGAN – Menjaga keandalan operasional kilang bukan sekadar urusan teknis dan pemantauan angka di layar monitor. Bagi para Perwira di unit Residue Catalytic Cracking (RCC) Kilang Balongan, integritas dalam bekerja harus senantiasa berjalan beriringan dengan kekuatan spiritual.
Unit RCC sendiri memiliki peran vital dalam mengolah residu menjadi produk bernilai tinggi seperti bensin dan LPG, yang menuntut konsentrasi tinggi tanpa henti. Di tengah kompleksitas tugas tersebut, para Perwira Production I membuktikan bahwa profesionalisme tidak menghalangi mereka untuk tetap ingat berbagi dan menjaga kedekatan dengan Sang Pencipta yang tentunya menjadi pondasi penting agar setiap tantangan operasional dapat dihadapi dengan ketenangan dan fokus yang tajam.
Kesadaran inilah yang terus dipupuk oleh para Perwira guna memastikan kilang tetap andal, aman, dan bermanfaat bagi sesama dan setiap tetes produksi energi nasional membawa keberkahan bagi masyarakat.
Sebagai wujud nyata dari keseimbangan nilai tersebut, baru-baru ini para Perwira Kilang Balongan menggelar momen refleksi melalui doa bersama, tausiyah dan aksi sosial di Mushola OCCR, Jumat (30/01) yang menjadi sarana bagi pekerja untuk sejenak menepi dari rutinitas teknis dan memperkuat ikatan kepedulian.
Dalam kesempatan tersebut, diserahkan santunan senilai Rp10.000.000 serta sembako yang merupakan donasi pekerja kepada anak-anak yatim di Ponpes Baburroyan, Desa Brondong, Indramayu sebagai bentuk syukur atas kelancaran operasional yang diraih.
Mewakili Manager Production I serta Perwira di unit RCC, Andhika Oly dalam sambutannya mengungkapkan bahwa tanggung jawab menjaga unit RCC yang merupakan unit krusial di kilang memerlukan ketangguhan mental yang stabil.
“Pekerjaan di RCC menuntut kita untuk selalu waspada dan sigap dalam setiap pergerakan parameter teknis. Namun, kita tidak boleh lupa bahwa kekuatan terbesar ada pada doa dan keberkahan dari apa yang kita bagikan kepada sesama.” ujarnya.
Lebih lanjut Oly menegaskan bahwa santunan yang diberikan adalah pengingat bahwa di setiap keberhasilan operasional kita, ada hak orang lain yang harus tersampaikan agar kerja kita lebih berkah dan selamat.
Acara ini juga menghadirkan K.H. Dr. Sofyansauriy, MA yang memberikan ceramah sekaligus memimpin doa bersama. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai spiritual ke dalam etos kerja.
Beliau mengajak seluruh Perwira Kilang Balongan untuk memaknai pekerjaan bukan sekadar rutinitas profesional, melainkan sebagai bentuk ibadah dan pengabdian kepada bangsa dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Terpisah, Pjs. Area Manager Communication, Relation & CSR, Andromedo Cahyo Purnomo, menegaskan bahwa aspek safety dalam pekerjaan merupakan hal yang utama di Kilang Balongan dan saat disandingkan dengan aspek spiritual dan sosial maka diharapkan akan menjadi kunci untuk lingkungan kerja yang sehat dan produktif.
Melalui kegiatan tausiyah dan doa bersama serta santunan ini seluruh perwira Kilang Balongan diingatkan kembali bahwa pekerjaan mereka adalah bagian dari ibadah dan amanah besar bagi bangsa, ujar Andromedo lebih lanjut.
“Semoga melalui kegiatan ini akan membawa keberkahan bagi Kilang Balongan serta kelancaran kegiatan operasional sehingga keberadaan Kilang Balongan akan terus memberikan kontribusi yang signifikan bagi masyarakat sekitar, Bangasa dan Negara.” pungkasnya. (Abdul Gani)














