CIREBON-Ketua Umum Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat, Tundra Meliala, kepada awak Media menjelaskan bahwa AMKI lahir sebagai respons atas perubahan besar dalam dunia pers dan media, khususnya akibat perkembangan teknologi digital dan tuntutan konvergensi media. AMKI dibentuk sebagai wadah bagi perusahaan media yang mengelola lebih dari satu platform, baik cetak, daring, radio, televisi, maupun media sosial.
“AMKI didirikan untuk menjawab tantangan zaman, ketika media tidak lagi berdiri sendiri-sendiri, tetapi terintegrasi dalam satu ekosistem konvergensi,” ucap Alumni PPRA 51 Lemhannas Republik Indonesia, Tundra Meliala, Senin (09/02/2026).
Ia menuturkan bahwa sejak awal berdiri, AMKI mengusung semangat profesionalisme, independensi, dan penguatan kapasitas media anggota agar mampu bersaing secara sehat, sekaligus tetap menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dan Undang-Undang Pers.
Lebih lanjut, Tundra Meliala, menyampaikan bahwa AMKI terus berkembang secara nasional dengan membentuk kepengurusan di berbagai daerah, termasuk di Jawa Barat. Pembentukan AMKI Cirebon Raya disebut sebagai bagian dari konsolidasi organisasi untuk memperkuat peran media lokal dalam pembangunan daerah dan demokrasi.
“Media daerah memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. AMKI hadir untuk memastikan media daerah tetap kuat, berdaya saing, dan adaptif terhadap perubahan,” tambahnya.
Pelantikan Pengurus AMKI Cirebon Raya menjadi momentum penting untuk melanjutkan visi dan sejarah perjuangan AMKI dalam membangun ekosistem media konvergensi yang profesional dan berintegritas. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran AMKI Jawa Barat, insan pers, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai unsur. (mk/rls)














