banner 728x250

Usai Liputan Festival Lampion Taiwan 2026, Jurnalis Kreator Jabar Menyusuri Pesona Taichung Aquarium hingga Keindahan Alam Alishan

Laporan : Makali Kumar dari Taiwan

TAIWAN – Liputan Festival Lampion Taiwan 2026 yang berlangsung pada 1–6 Maret 2026 menjadi pengalaman istimewa bagi enam jurnalis Indonesia yang difasilitasi Taipei Economic and Trade Office (TETO) Indonesia. Selain meliput festival budaya terbesar di Taiwan tersebut, para jurnalis juga diajak menjelajahi sejumlah destinasi wisata unggulan di negeri Formosa.

Salah satu jurnalis yang mengikuti kegiatan ini adalah Makali Kumar, Direktur / Pemred dari media cetak dan online Kreator Jabar. Bersama lima jurnalis lainnya—Agustina Melani (Liputan6.com), Fransisca Nababan (Kompas), Fadhil Zikri (Indonesiaupdate), Paulina Pasaribu (Sudutpandang.id), dan Arkhelaus Wisnu Triyogo (Tempo)—ia berkesempatan melihat lebih dekat wajah pariwisata Taiwan yang modern sekaligus alami.

Festival Lampion Taiwan tanggal 1-15 Maret 2026 di Kota Chiayi

“Selain meliput Festival Lampion Taiwan yang sangat spektakuler, kami juga diajak melihat sisi lain Taiwan, mulai dari wisata edukasi modern hingga keindahan alam pegunungan yang menenangkan,” ujar Makali Kumar dalam catatan perjalanannya, jumat (6/3/2026).

Selama perjalanan, rombongan jurnalis didampingi oleh pemandu wisata profesional, Mr. Acin, yang memperkenalkan berbagai kota dan objek wisata populer yang kerap dikunjungi wisatawan mancanegara.

Perjalanan menuju Taichung Aquarium dan gunung Alishan

Menyaksikan Keajaiban Laut di Taichung Aquarium

Sekitar pukul 14.00 waktu setempat, rombongan jurnalis mengunjungi Taichung Aquarium, salah satu destinasi wisata edukasi laut terbaru di Taiwan yang berada di dekat Pelabuhan Wuqi dan kawasan Lahan Basah Gaomei.

Akuarium modern yang memiliki lima lantai ini baru diresmikan pada sekitar Agustus–Oktober 2025 dan langsung menjadi magnet wisata baru di Kota Taichung.

Salah satu daya tarik utama tempat ini adalah tangki samudra raksasa setinggi 10 meter yang menghadirkan pemandangan kehidupan laut secara spektakuler. Pengunjung juga dapat berjalan di terowongan bawah air, merasakan sensasi seolah berada di dasar laut sambil menyaksikan berbagai spesies ikan yang berenang di atas kepala.

Selain itu, terdapat beberapa zona tematik seperti:
– Zona Penguin
– Zona Ubur-ubur
– Zona Sungai Dajia
– Zona Lahan Basah dalam Ruangan

Tak hanya menghadirkan hiburan, Taichung Aquarium juga memiliki pusat penyelamatan dan rehabilitasi satwa liar, yang berfungsi sebagai sarana edukasi tentang konservasi lingkungan.

Di lokasi Taichung Aquarium

“Konsep akuarium ini tidak hanya menghibur, tetapi juga sangat edukatif. Pengunjung diajak memahami pentingnya menjaga ekosistem laut melalui pengalaman visual yang sangat menarik,” kata Makali.

Menurut informasi yang diperoleh, pembangunan akuarium ini memakan waktu hingga 13 tahun dengan anggaran sekitar 700 miliar rupiah dan melalui tiga periode kepemimpinan wali kota Taichung. Kini, terutama saat akhir pekan atau hari libur, destinasi ini kerap dipadati pengunjung.

Halaman Taichung Aquarium

Lokasinya yang strategis juga membuat Taichung Aquarium mudah dijangkau, karena berada dekat dengan kawasan wisata lain seperti Mitsui Outlet Park Taichung dan Lahan Basah Gaomei.

Menyusuri Keindahan Pegunungan Alishan

Keesokan paginya, rombongan jurnalis melanjutkan perjalanan menuju Alishan National Scenic Area di wilayah Chiayi. Kawasan pegunungan ini dikenal sebagai salah satu destinasi alam paling ikonik di Taiwan.

Kawasan pegunungan Alishan – Taiwan

Perjalanan menuju Alishan memakan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam dari Kota Chiayi, melalui jalan berkelok dengan panorama pegunungan yang menakjubkan.
Alishan terkenal dengan beberapa daya tarik utama, di antaranya pemandangan matahari terbit di Zhushan, fenomena lautan awan, serta hutan cemara kuno yang berusia ratusan hingga ribuan tahun.

“Suasana di Alishan sangat berbeda dengan kota. Udara pegunungan yang sejuk dan hutan yang masih alami memberikan pengalaman wisata yang sangat menenangkan,” ungkap Makali, yang juga Sekretaris Jenderal Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) periode 2024-2029.

Saat kunjungan ke kawasan pwgunungan Alishan

Salah satu ikon wisata di kawasan ini adalah Kereta Hutan Alishan (Alishan Forest Railway), kereta klasik yang melintasi hutan pegunungan dengan pemandangan alam yang memukau.
Pengunjung juga dapat berjalan di jalur Sacred Tree Trails, yang membawa wisatawan menjelajahi kawasan hutan dengan pohon-pohon cemara raksasa.

Selain wisata alam, Alishan juga menawarkan pengalaman budaya dan kuliner lokal. Wisatawan dapat mencicipi teh oolong khas Alishan, serta menikmati berbagai makanan khas seperti mi daging sapi, omelet tiram, dan panekuk daun bawang di sekitar area wisata.
Pada musim semi, khususnya antara Februari hingga Mei, kawasan ini juga dihiasi oleh mekarnya bunga sakura yang memperindah lanskap pegunungan.

Pengalaman Berharga bagi Jurnalis
Bagi Makali Kumar, perjalanan jurnalistik ini tidak hanya sekadar liputan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memahami bagaimana Taiwan mengembangkan sektor pariwisata berbasis budaya, edukasi, dan konservasi alam.

“Taiwan berhasil memadukan teknologi, budaya, dan alam dalam satu paket wisata yang sangat menarik. Dari festival budaya berskala internasional hingga kawasan alam seperti Alishan, semuanya dikelola dengan sangat baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengalaman ini menjadi referensi berharga bagi jurnalis Indonesia dalam melihat bagaimana pariwisata dapat dikembangkan secara berkelanjutan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Perjalanan ini bukan hanya liputan, tetapi juga pelajaran tentang bagaimana sebuah negara menjaga budaya dan alamnya sambil tetap mengembangkan pariwisata modern,” kata Makali.

Stasiun kereta api tertinggi di pegunungan Alishan – Taiwan

Dengan berbagai destinasi menarik yang dikunjungi selama perjalanan, Taiwan menunjukkan dirinya sebagai salah satu tujuan wisata Asia yang mampu menghadirkan pengalaman lengkap—mulai dari festival budaya yang spektakuler hingga panorama alam pegunungan yang menenangkan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *