Menjelang Hari Ulang Tahun 100 CTFP (100 Celebrities Talk for Para Athletes) 2026, Natalia Tjahja mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas perjalanan sebuah gerakan kemanusiaan yang lahir dari keyakinan sederhana bahwa sebuah pesan inspiratif mampu menghadirkan harapan bagi para atlet Paralimpik dan menyatukan dunia.
Didirikan oleh Natalia Tjahja melalui Maria Monique Last Wish Foundation (MMLWF), 100 CTFP menghadirkan pesan-pesan inspiratif dari para pemimpin dunia, anggota keluarga kerajaan, tokoh olahraga, akademisi, pelaku bisnis, seniman, hingga figur publik internasional. Seluruh pesan tersebut dikemas dalam 100 CTFP Inspiration Cards dan dipersembahkan kepada para atlet Paralimpik sebagai simbol penghormatan, dukungan, dan semangat.
Babak baru perjalanan 100 CTFP dimulai melalui peluncuran resminya di Ital Auto Singapore pada 11 Juli 2025.

Peluncuran tersebut dihadiri dan dibuka oleh Natalia Tjahja bersama Mayor General Wandee Tosuwan (Sekjen APSF), H.E. Suryo Pratomo (Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura), Dr. Teo Koh Sock Miang (President, NPC Singapore), Leslie Lee (Secretary General, NPC Singapore), Kelly Fan (Executive Director, SDSC), jajaran Ital Auto, Ferrari Owners’ Club Singapore, serta 14 atlet nasional para Singapura yang mengikuti parade Ferrari.
Peluncuran 100 CTFP ditandai dengan tiga pesan inspiratif dari Andrew Parsons, President of the International Paralympic Committee (IPC), yang menjadi Lead Key Figure 100 CTFP:
“There is Strength in Difference.”
“Diversity is a Fact, Inclusion is a Choice.”
“Paralympic Games is Transformational Sports on Earth.”
Bersama Andrew Parsons, Key Figures 100 CTFP juga terdiri dari Majid Rashed (President, Asian Paralympic Committee), Tarek Souei (CEO, Asian Paralympic Committee), HRH Ashi Euphelma Choden Wangchuck (President, NPC Bhutan), The Late Nick Bhirombhakdi (Former President, NPC Thailand), Naiyanobh Bhirombhakdi (President, NPC Thailand), Raja Sapta Oktohari (President, NOC Indonesia), Dr. Teo Koh Sock Miang (President, NPC Singapore), Major General Wandee Tosuwan (Secretary General APSF), Deepa Malik (Former President, NPC India), Leslie Lee (Secretary General, NPC Singapore), serta Nandhamalee Bhirombhakdi (Managing Director, Cavallino Motors Ferrari Thailand).
Memasuki tahun 2026, Major General Wandee Tosuwan ditetapkan sebagai Sports Leader 100 CTFP ASEAN 2026, sementara Raja Sapta Oktohari menerima penghargaan Sports Leader 100 CTFP Indonesia 2026.
Pada kategori kepemimpinan perempuan dan generasi muda, Siti Marifah Ma’ruf Amin dianugerahi Business Leader 100 CTFP Indonesia 2026, Jenny O sebagai Women of Influence 100 CTFP ASEAN 2026, Sylvia Hendarto sebagai Lead Women of Influence 100 CTFP Indonesia 2026, dan Alessandra Gianetto sebagai Children Inspiration Leader 100 CTFP World 2026, bersama sejumlah penerima penghargaan lainnya.
Momentum berikutnya hadir melalui International Charity Concert 100 CTFP yang diselenggarakan di Jakarta pada 31 Januari 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada 27 tokoh Indonesia dalam berbagai kategori(Sports Leader Business Leader, Youth Leader, Women of Influence,Music Maestro, Friend of Advocacy, Film Personality, Hospitality Leader)
Konser tersebut dibuka dengan tiga pesan inspiratif dari Majid
Rashed, President of the Asian Paralympic Committee:
“Our Athletes are the Backbone of the Paralympic Movement.”
“Empowering Athletes is Not Just Our Vision but Our Promise for the Future.”
“True Success is Measured Not Just in Medals but in the Systems We Build Together, Because Together We Are Stronger.”
Hingga saat ini, 100 CTFP telah menghimpun 637 tokoh dunia, menjadikannya sebuah gerakan charity global yang terus bertumbuh melalui kolaborasi lintas negara, budaya, dan profesi.
Natalia Tjahja juga menyampaikan apresiasi kepada Sari Pacific Jakarta Autograph Collection dan Marriott Business Council Jakarta atas support nya.
Menutup wawancara, Natalia Tjahja berkata:
“Thank God. 100 CTFP telah bertumbuh menjadi sebuah gerakan charity global yang menyatukan berbagai bangsa, budaya, dan profesi dalam satu tujuan kemanusiaan—without any commercial interest. Bagi saya, inilah makna sesungguhnya dari sebuah warisan untuk dunia.” (mak)














