banner 728x250
Budaya  

Eksotisme dan Sejarah Fenchihu, Permata Tersembunyi di Jalur Kereta Alishan Taiwan

Catatan Perjalanan Jurnalis Media Kreatir Jabar Makali Kumar di Taiwan

TAIWAN – Hujan tipis yang mengguyur kawasan pegunungan tak menyurutkan langkah rombongan jurnalis Indonesia untuk menelusuri pesona Fenchihu, sebuah destinasi wisata ikonik di jalur pegunungan Alishan, Taiwan.

Di tempat ini, alam, sejarah, dan budaya berpadu menghadirkan pengalaman perjalanan yang autentik dan berkesan.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian liputan Taiwan Lantern Festival 2026 yang berlangsung pada 1–6 Maret 2026. Usai agenda utama, enam jurnalis Indonesia difasilitasi Taipei Economic and Trade Office (TETO) Indonesia untuk menjelajahi sejumlah destinasi unggulan, termasuk Fenchihu.

Suasana di stasiun kereta api Fenchihu, Taiwan

Salah satu jurnalis, Makali Kumar dari media Kreator Jabar yang juga Sekretaris Jenderal Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), mengaku terkesan dengan kekayaan wisata yang ditawarkan Taiwan, khususnya di kawasan pegunungan Alishan.

“Fenchihu bukan hanya indah, tetapi juga menyimpan cerita sejarah yang kuat, terutama terkait jalur kereta pegunungan,” ujarnya dalam catatan perjalanan, Rabu (18/3/2026).

Makali Kumar berpose depan Kereta Api di Stasiun Fenchihu, Taiwan

Bersama lima jurnalis lainnya—Agustina Melani (Liputan6.com), Fransisca Nababan (Kompas), Fadhil Zikri (Indonesiaupdate), Paulina Pasaribu (Sudutpandang.id), dan Arkhelaus Wisnu Triyogo (Tempo)—rombongan diajak menyusuri kawasan yang berada di ketinggian sekitar 1.400 meter di atas permukaan laut tersebut. Mereka didampangi pemandu wisata Taiwan yang asli dari Palembang – Indonesia, Mr Acin atau akrab disapa Ko Acin.

Stasiun Tua dan Jejak Sejarah Kereta Pegunungan

Fenchihu memiliki nilai historis penting sebagai salah satu titik persinggahan utama di jalur Alishan Forest Railway, jalur kereta pegunungan yang dibangun pada era kolonial Jepang sekitar awal abad ke-20 untuk mengangkut hasil hutan, terutama kayu dari kawasan Alishan.

Stasiun Fenchihu dikenal sebagai salah satu stasiun kereta tertua di Taiwan yang masih bertahan hingga kini. Pada masa lalu, stasiun ini menjadi lokasi penting untuk pergantian lokomotif karena medan pegunungan yang curam dan berliku. Sistem rel zig-zag (switchback) yang digunakan menjadi salah satu keunikan teknik perkeretaapian di kawasan tersebut.

Makali Kumar berpose di kawasan stasiun kereta api Fenchihu, Taiwan

Di sekitar stasiun, sejumlah kereta tua masih dipertahankan sebagai bagian dari museum terbuka. Gerbong dan lokomotif klasik itu menjadi saksi bisu kejayaan transportasi kereta hutan di masa lampau, sekaligus daya tarik wisata yang kuat bagi pengunjung.

Kini, kawasan stasiun tidak hanya berfungsi sebagai titik transit, tetapi juga ruang wisata yang dilengkapi kafe, tempat bersantai, serta pusat penjualan suvenir dan kuliner khas.

Keunikan Fenchihu: Kabut, Old Street, dan Bento Legendaris

Meski secara harfiah berarti “danau”, Fenchihu sejatinya merupakan cekungan pegunungan yang dikelilingi hutan pinus. Kabut yang kerap turun menciptakan suasana magis, menjadikan kawasan ini terasa tenang dan eksotis.

Salah satu daya tarik utama adalah Fenchihu Old Street, deretan jalan sempit yang dipenuhi kios makanan tradisional, teh khas pegunungan, serta berbagai cendera mata.

Kuliner yang paling terkenal adalah bento Fenchihu—kotak makan khas yang awalnya disajikan untuk penumpang kereta. Hingga kini, bento tersebut tetap menjadi ikon kuliner yang wajib dicicipi wisatawan.

Selain itu, suasana klasik kawasan ini menghadirkan pengalaman unik, seolah membawa pengunjung kembali ke masa lalu ketika kereta uap masih menjadi tulang punggung transportasi di pegunungan Alishan.

Wisata Sejarah yang Terus Hidup

Fenchihu bukan sekadar tempat singgah, melainkan destinasi yang menghidupkan kembali jejak sejarah dalam balutan pariwisata modern.

Keberhasilan Taiwan dalam merawat stasiun tua, jalur kereta bersejarah, serta budaya lokal menjadi contoh bagaimana warisan masa lalu dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata kelas dunia.

Dengan udara pegunungan yang sejuk, lanskap alam yang memikat, serta atmosfer yang tenang, Fenchihu menawarkan pengalaman perjalanan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga sarat makna.

Kawasan ini pun semakin diminati wisatawan mancanegara, termasuk dari Indonesia, yang mencari perpaduan wisata alam, sejarah, dan budaya dalam satu perjalanan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *