Indramayu – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Golkar, Hilal Hilmawan, S.I.P., M.I.P., menggelar “Tantangan Kreatif Eceng Gondok Waduk Bojongsari”, sebuah kompetisi inovatif yang mengajak masyarakat mengolah tanaman eceng gondok menjadi produk bernilai ekonomis.
Program ini merupakan bentuk kepedulian Hilal Hilmawan terhadap persoalan lingkungan sekaligus upaya mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Melalui perlombaan tersebut, masyarakat didorong untuk mengubah eceng gondok yang selama ini dianggap sebagai gulma menjadi berbagai produk kerajinan dan usaha yang memiliki nilai jual.
Hilal Hilmawan yang merupakan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2024–2029 bertugas di Komisi IV (Bidang Pembangunan) serta menjadi anggota Badan Anggaran (Banggar). Ia mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat XII yang meliputi Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon, dan Kota Cirebon.

Menurut Hilal, eceng gondok tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk mengurangi dampak lingkungan di perairan, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai bahan baku berbagai produk kreatif seperti tas, karpet, keranjang, hiasan rumah, hingga berbagai kerajinan tangan lainnya.
Dalam kompetisi tersebut, peserta memperebutkan hadiah utama sebesar Rp10.000.000 serta modal usaha bagi karya terbaik untuk mendukung pengembangan produk ke tahap yang lebih komersial.
Adapun mekanisme perlombaan cukup mudah. Peserta diminta membuat karya terbaik berbahan dasar eceng gondok, kemudian mengunggah foto atau video hasil karyanya melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, atau TikTok dengan menandai akun @hilalhilmawan. Pemenang akan diumumkan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pada 17 Agustus 2026.
Hilal berharap kompetisi ini dapat menjadi gerakan bersama dalam mengubah persoalan lingkungan menjadi peluang ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di sekitar kawasan Waduk Bojongsari.
“Melalui kreativitas masyarakat, eceng gondok yang selama ini dianggap sebagai masalah dapat disulap menjadi produk unggulan yang bernilai jual tinggi. Dengan demikian, lingkungan menjadi lebih bersih, sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan baru,” ujarnya.
Melalui program ini, Hilal juga mengajak generasi muda, pelaku UMKM, komunitas kreatif, hingga masyarakat umum untuk berpartisipasi dan menunjukkan inovasi terbaik mereka dalam mengolah eceng gondok menjadi produk yang memiliki daya saing di pasar. Kompetisi tersebut diharapkan menjadi inspirasi lahirnya industri kreatif berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan di Jawa Barat, khususnya di wilayah Indramayu, Cirebon, dan sekitarnya. (makali)














