INDRAMAYU — Sebanyak 80 titik lampu penerangan jalan umum (PJU) dipasang di sepanjang jalan raya Desa Tinumpuk, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan pemasangan PJU yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga sore hari tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Yayasan Sekar Mandala (YARMALA) Desa Tinumpuk bersama Pemerintah Desa Tinumpuk. Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun ke-10 program “Ngopi Bareng YARMALA”.

Pemasangan PJU dilakukan mulai dari wilayah perbatasan Blok Tinumpuk Cilik hingga perbatasan Desa Pondoh, desa tetangga. Sebanyak 80 titik lampu dipasang dengan jarak antartiang sekitar 20 meter. Tiang-tiang tersebut dipasang dengan konstruksi bagian bawah dicor agar lebih kokoh dan memiliki daya tahan yang baik.
Kegiatan gotong royong tersebut dipimpin langsung oleh Kuwu Desa Tinumpuk Duriyan bersama Ketua YARMALA Suhaemin, yang akrab disapa Ustadz Emin.

Sejumlah unsur masyarakat turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Di antaranya aparat Pemerintah Desa Tinumpuk, para bekel, ketua RW, ketua RT, anggota YARMALA, serta masyarakat. Lurah Asep dan tokoh masyarakat H. Makali Kumar, S.H., juga hadir dan ikut bergotong royong dalam proses pemasangan PJU.
Terangi Jalan Utama dan Tingkatkan Keamanan
Kuwu Tinumpuk Duriyan mengatakan, pemasangan PJU tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya penerangan di sepanjang jalan utama desa.
Menurutnya, program tersebut dilaksanakan menggunakan anggaran swadaya hasil sinergi YARMALA dan Pemerintah Desa Tinumpuk.
“Pemasangan PJU ini dimaksudkan agar jalan utama Desa Tinumpuk terang benderang pada malam hari. Selain memberikan keindahan lingkungan, penerangan ini juga diharapkan dapat memperlancar aktivitas warga pada malam hari dan meminimalisasi potensi kejahatan di sejumlah titik jalan yang rawan,” ujar Duriyan.

Ia berharap keberadaan PJU tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta meningkatkan rasa aman bagi warga yang beraktivitas maupun melintas di jalan raya Desa Tinumpuk pada malam hari.
Duriyan juga mengapresiasi semangat gotong royong seluruh pihak yang terlibat dalam pemasangan 80 titik PJU tersebut.
HUT ke-10 Ngopi Bareng YARMALA
Sementara itu, Ketua YARMALA Suhaemin atau yang akrab disapa Ustadz Emin menjelaskan, kegiatan pemasangan PJU merupakan bagian dari rangkaian peringatan satu dekade program Ngopi Bareng YARMALA.
Ia menuturkan, kegiatan Ngopi Bareng YARMALA pertama kali digelar pada 29 September 2016. Sejak awal, kegiatan tersebut diarahkan sebagai ruang silaturahmi sekaligus memberikan pencerahan kepada masyarakat melalui pembahasan berbagai pengetahuan umum dan keagamaan.

“Awalnya Ngopi Bareng YARMALA kami gagas sebagai kegiatan untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat, baik mengenai pengetahuan umum maupun agama. Tahun ini memasuki usia 10 tahun, dan kami ingin memperingatinya dengan kegiatan yang manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” kata Ustadz Emin.
Menurutnya, pemasangan 80 titik PJU dipilih sebagai salah satu bentuk kegiatan sosial dalam memperingati HUT ke-10 Ngopi Bareng YARMALA. Program tersebut dilaksanakan bersama Pemerintah Desa Tinumpuk dengan pembiayaan secara swadaya dan dikerjakan secara gotong royong.
“Semoga pemasangan PJU ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Tinumpuk, terutama dalam hal penerangan, keamanan, kenyamanan dan keindahan lingkungan,” ujarnya.
Puncak Peringatan 24 September
Ustadz Emin menambahkan, rangkaian peringatan HUT ke-10 Ngopi Bareng YARMALA akan mencapai puncaknya pada Kamis malam Jumat, 24 September 2026, yang akan digelar di halaman Kantor Desa Tinumpuk.
Acara tersebut akan dikemas dalam suasana sederhana melalui kegiatan Ngopi Bareng bersama warga masyarakat Desa Tinumpuk.
Peringatan satu dekade Ngopi Bareng YARMALA diharapkan tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan kegiatan selama 10 tahun, tetapi juga semakin memperkuat kebersamaan, kepedulian sosial dan semangat gotong royong masyarakat Desa Tinumpuk.
Pemasangan 80 titik PJU menjadi salah satu bukti bahwa kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah desa dan masyarakat dapat melahirkan program yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh warga. (mak)














