Menu

Mode Gelap
Tingkatkan Sinergitas, Direksi PT KPI & Pjs. GM RU VI Bertemu Kapolda Jabar dan Salurkan bantuan Golf Cart Sedulur Lurah Se-Kecamatan Anjatan (SULTAN) Peringati Ultah 1 Tahun Pertamina RU VI Lanjutkan Kerja Sama Pengamanan Obvitnas dengan Ditpamobvit Polda Jabar UPTD SDN 2 Cipancuh Gelar Pawidya 74 Siswa Kelas VI Tapel 2022 – 2023 SDN 1 Bugistua Lepas 63 Siswa Kelas VI, dan 100 Persen Melanjutkan ke Jenjang SMP

Pemerintahan · 9 Jul 2023 08:41 WIB ·

Pemkab Cirebon Optimis Capai Target Penanganan Stunting di Tahun 2024


 Pemkab Cirebon Optimis Capai Target Penanganan Stunting di Tahun 2024 Perbesar

CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon terus melakukan upaya untuk menekan angka stunting yang masih cukup tinggi di Kabupaten Cirebon.

Seperti yang dirilis Diskominfo Kabupaten Cirebon menyebutkan, prosentase stunting di Kabupaten Cirebon pada tahun 2022 lalu masih cukup tinggi, yakni hingga mencapai 18%.

Jumlah tersebut sudah mengalami penurunan secara signifikan dibandingkan dengan angka stunting pada tahun 2021 lalu.

“Pada 2021 lalu, angka stunting berada pada angka 26 %,” kata Wakil Bupati Cirebon, Wahyu Tjiptaningsih, SE., M.Si saat melaksanakan kegiatan monitoring posyandu di Desa Cisaat Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Kamis (6/7/2023).

Menurut Ayu, pihaknya sangat optimis untuk bisa menekan angka stunting sesuai target yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, yaitu pada kisaran 14 %.

Ayu mengatakan, bahwa angka stunting sebesar 14 % itu bisa tercapai, dikarenakan melihat angka penurunan stunting pada tahun lalu yang cukup besar.

Ia menyebut, pada tahun lalu, penurunan angka stunting di Kabupaten Cirebon bisa mencapai 7,9 %. Sedangkan saat ini, untuk bisa mencapai angka 14 %, hanya membutuhkan penurunan stunting sebesar 4 % saja.

“Kami optimis, pada tahun 2024 nanti bisa mencapai target penurunan angka stunting,” ujar Ayu.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemkab Cirebon, yaitu dengan menggandeng seluruh pihak, baik itu swasta maupun akademisi.

Seperti yang dilakukan saat ini, pihaknya bekerjasama dengan Alfamart membagikan bingkisan makanan tambahan untuk balita yang ada di Desa Cisaat.

Menurut Ayu, penanganan stunting itu multisektoral, tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja, namun juga ada peran dari instansi dan unsur lainnyya.

Ia menambahkan, bahwa pihaknya juga bekerjasama dengan Universitas Gunung Jati (UGJ) untuk melibatkan mahasiswanya, dalam mengedukasi masyarakat Kabupaten Cirebon terkait pola asuh.

“Karena mayoritas penyebab stunting di Kabupaten Cirebon adalah pola asuh,” imbuhnya. (juli/rls)

Artikel ini telah dibaca 20 kali

Baca Lainnya

Sedulur Lurah Se-Kecamatan Anjatan (SULTAN) Peringati Ultah 1 Tahun

14 Juli 2023 - 10:16 WIB

Musyawarah Dusun 3 Desa Sukamakmur Digelar, untuk Menyusun Program Infrastruktur Tahun 2024

11 Juli 2023 - 05:22 WIB

UPTD SDN 2 Cipancuh Gelar Pawidya 74 Siswa Kelas VI Tapel 2022 – 2023

9 Juli 2023 - 14:52 WIB

Pelepasan Siswa Kelas VI UPTD SDN Pasir Muncang, Berikan Hadiah Terbaik Kepada Orang Tua

9 Juli 2023 - 14:46 WIB

SDN 1 Bugistua Lepas 63 Siswa Kelas VI, dan 100 Persen Melanjutkan ke Jenjang SMP

9 Juli 2023 - 14:40 WIB

Kabupaten Purwakarta Juara Tiga Besar Nasional Peraih Akseptor KB Terbanyak

9 Juli 2023 - 14:21 WIB

Trending di Pemerintahan